Pasar Saham Tidak Mencerminkan Struktur Ekonomi yang Riil

Pasar Saham Tidak Mencerminkan Struktur Ekonomi yang Riil

- detikFinance
Selasa, 29 Nov 2005 14:00 WIB
Jakarta - Indikator pergerakan saham yang terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ternyata tidak mencerminkan struktur ekonomi Indonesia yang sesungguhnya. Akibatnya, terdapat anomali (penyimpangan) yang sering terjadi, seperti ketika semua indikator ekonomi turun, IHSG meroket sendiri."Ini artinya IHSG tidak mencerminkan struktur ekonomi, karena sektor yang memberikan kontribusi terhadap Gross Domestic Bruto (GDP), itu besarannya tidak sama dengan sektor yang memberikan kontribusi ke IHSG," kata pengamat ekonomi Faisal Basri di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa (29/11/2005).Pada GDP atau Produk Domestik Bruto (PDB), usaha yang memberikan kontribusi adalah sektor rill. Sedangkan perusahaan di BEJ masih didominasi sektor jasa kecuali untuk manufaktur."Jadi supaya IHSG mencerminkan struktur perekonomian, paling tidak bursa harus menambah emiten di sektor riil, misalnya Krakatau Steel diajak masuk," ujar Faisal. Dari hasil penelitian Faisal, dengan menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan BEJ, sektor yang sama tenyata memberikan kontribusi yang sangat berbeda untuk GDP dan IHSG. Sektor pertanian memberikan kontribusi ke GDP sebesar 15 persen sedangkan terhadap IHSG hanya sebesar 1,3 persen."Ini harusnya ideal, misalnya antara perusahaan yang bergerak di sektor pertanian, kontribusinya terhadap GDP harusnya tidak jauh beda dengan IHSG," ungkap Faisal. Sektor trade, hotel dan restoran memberikan kontribusi ke GDP sebesar 15,8 persen serta sektor service ke GDP sebesar 9,9 persen. Sedangkan pada IHSG dari dua sektor ini cuma memberikan kontribusi 6,6 persen.Untuk sektor manufaktur relatif seimbang yakni kontribusi ke GDP 27,6 persen dan ke IHSG 32,9 persen.Sektor pertambangan mencatat kontribusi ke GDP sebesar 10,5 persen dan ke IHSG 7,8 persen. Sektor konstruksi memberikan kontribusi ke GDP 5,8 persen dan IHSG 2,4 persen.Sektor keuangan memberikan kontribusi ke GDP 8,2 persen dan IHSG 28,3 persen. Sektor transportasi dan komunikasi mencatat kontribusi 6,3 persen ke GDP. Sedangkan sektor transportation, communication, electricity, gas and water memberikan kontribusi ke IHSG 21,2 persen. Khusus sektor electricity, gas and water kontribusi ke GDP 0,9%.Menanggapi hal tersebut, Dirut BEJ Erry Firmansyah mengakui, IHSG memang belum secara utuh mencerminkan struktur perekonomian. "Namun paling tidak indeks memberikan persepsi infrastruktur dari kondisi perusahaan di Indonesia, memang belum secara utuh tapi ke depannya akan diusahakan," kata Erry.Menurut Erry, kedepan pihaknya, akan memperbanyak emiten yang ada di sektor rill. Saat ini menurut Erry, emiten sektor rill dan jasa relatif seimbang dan tidak terlalu mencolok perbedaan jumlahnya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads