SBY Tunjuk Kimia Farma-Roche Produksi Tamiflu
Senin, 28 Nov 2005 13:32 WIB
Jakarta - Keinginan Indonesia untuk dapat memproduksi sendiri obat penyakit flu burung, yakni vaksin H5N1 dan Tamiflu segera akan terwujud. Pasalnya, dua produsen asal AS sudah menawarkan ke Indonesia untuk memproduksi dengan sistem kerjasama dengan perusahaan farmasi di tanah air."Saya memutuskan untuk memproduksi obat-obatan itu bersama dengan perusahaan farmasi kita di tanah air," kata Presiden SBY di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (28/11/2005).Sementara Menkes Siti Fadilah Supari menyatakan surat persetujuan dari perusahaan Roche yang memproduksi Tamiflu, dan perusahaan Backfer selaku produsen vaksin H5N1, sudah diterima Depkes pada Jumat 26 November.Surat penawaran dari kedua perusahaan ada tiga opsi. Pertama, Indonesia mengimpornya langsung. Kedua, Roche dan Backfer membangun pabriknya di Indonesia. Ketiga, produksi bersama dengan perusahaan farmasi di Indonesia.Dari ketiga opsi ini, SBY memutuskan memilih untuk poin ketiga, yakni produksi bersama."Untuk Tamiflu, pemerintah menunjuk Kimia Farma sebagai rekanan Roche. Sedangkan produksi vaksin ditunjuk Biofarma sebagai partnernya," ujar Menkes.Sambil menunggu siapnya proses ini, Indonesia tetap akan mengimpor vaksin H5N1 dan Tamiflu sebesar 2 juta kapsul senilai Rp 40 miliar.
(jon/)











































