Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Feb 2020 14:56 WIB

PT Timah Rem Penjualan Imbas Virus Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
pt timah Foto: dok. PT Timah
Jakarta -

Merebaknya virus corona yang berasal dari China mengoreksi harga timah internasional. Koreksi itu terjadi karena permintaan negeri Tirai Bambu mengalami penurunan.

Direktur Utama Timah, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi atau tidak.

"Saya pikir masih sama, kalau harga tidak optimal kita akan melihat benefit dari setiap kegiatan ekspor kita, harga sempat US$ 17.800 per ton," kata Riza usai RUPSLB di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020).

Riza mengatakan PT Timah sampai saat ini masih menunggu perkembangan harga internasional. Dia pun akan berkomunikasi dengan pelaku industri seluruh dunia terkait dengan pergerakan harga.

"Setelah ada virus corona sempat koreksi, kita tetap wait and see, kalau harga bagus kita tingkatkan penjualan," jelas dia.

Menurut Riza, perusahaan menyediakan modal sekitar Rp 1,5 triliun. Dana tersebut mayoritas akan digunakan untuk eksplorasi dalam rangka menambah cadangan produksi. Adapun eksplorasi dilakukan di daerah Kundur dan Bangka Belitung.

"Buat cadangan, porsi terbesar biasanya untuk eksplorasi kami akan terus meningkatkan program eksplorasi. Kita masih banyak fokus menambang di aluvial, cadangan primer di potensi beberapa tambang primer yang kita buka, kita kaji untuk dikembangkan," ungkapnya.



Simak Video "Kasus WNI Positif Corona Kini Mencapai 309"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com