Tak Berkutik di Zona Merah, IHSG Dibuka Melemah di 5.866

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 14 Feb 2020 09:09 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Setelah sejak awal pekan wira-wiri di zona negatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini kembali dibuka di teritori yang sama. IHSG dibuka turun 5 poin (0,09%) ke level 5.866.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 13.689.

Pada pra perdagangan, IHSG melemah 14 poin (0,24%) ke level 5.857. Indeks LQ45 berkurang 4 poin (0,4%) ke 949.

Pada pembukaan perdagangan, Jumat (13/2/2020), IHSG berkurang 5 poin (0,09%) ke level 5.866. Indeks LQ45 turun 3 poin (0,3%) ke 951.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 29,423.31 (-0.43%), NASDAQ ditutup 9,711.97 (-0.14%), S&P 500 ditutup 3,373.94 (-0.16%).

Bursa saham US ditutup melemah setelah data kematian coronavirus meningkat tajam, sehingga investor percaya bahwa kondisi ekonomi global akan terdampak akibat virus tersebut. Peningkatan yang tajam ini disebabkan oleh cara perhitungan dari otoritas China, di mana kasus diagnosa klinik diperhitungkan sehingga meningkat pesat. Pelaporan tersebut membuat investor curiga bahwa China melaporkan data yang tidak sesungguhnya.

Bursa saham Asia dibuka melemah, mengikuti pergerakan Wallstreet. Investor masih menanti eksekusi dari keputusan China untuk mengurangi tarif pada US$75 miliar produk dari US.

Bursa Asia pagi ini mayoritas bergerak hijau, berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 141 poin ke 23.686
  • Indeks Hang Seng naik 116 poin ke 27.846
  • Indeks Shanghai bertambah 5 poin ke 2.911
  • Indeks Strait Times menguat 4 poin ke 3.224


Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)