Astra Honda Motor Pertahankan Pangsa Pasar 2006 di Atas 50%
Kamis, 01 Des 2005 16:19 WIB
Jakarta - Ekonomi Indonesia yang diperkirakan masih lesu hingga tahun depan, tidak menciutkan para produsen motor menargetkan pertumbuhan penjualan.Motor diprediksi menjadi alternatif transportasi murah di tengah turunnya daya beli masyarakat karena tingginya inflasi dan suku bunga.PT Astra Honda Motor (AHM) juga optimistis pangsa pasarnya bertahan di atas 50 persen pada tahun 2006. Sedangkan sampai November 2005, pangsa pasarnya masih nomor satu sebesar 53 persen."Gejolak suku bunga diprediksi bersifat sementara, dan pada semester dua tahun depan akan stabil lagi, sehingga konsumen tetap akan mencari motor," kata Direktur Pemasaran AHM Johanes Hermawan dalam jumpa pers di Pabrik AHM di kawasan Tipar Cakung, Jakarta, Kamis (1/12/2005).Untuk tahun depan, AHM belum berencana menaikkan harga lagi. Pasalnya, belum lama ini perseroan juga telah menaikkan harga jual rata-rata Rp 500 ribu per unit, antara lain untuk produk Tiger Mega Pro dan Supra X 125.AHM menargetkan penjulan tahun 2005 sebesar 2,65 juta yang diperkirakan tercapai, karena hingga November telah mencapai 2,488 juta unit. Untuk tahun depan, perseroan berencana mengekspor beberapa produknya yang telah masuk standar Euro 2 ke negara-negara empat musim. Selama ini ekspor baru sebatas negara tropis karena modifikasinya memang untuk daerah tropis.Produksi Motor Ramah LingkunganJohanes juga menjelaskan, AHM menjadi pionir produksi motor bebek ramah lingkungan. Teknologi yang dipakai tidak menggunakan karburator, melainkan memakai sistem suplai bahan bakar injection.Motor ramah lingkungan tersebut adalah Honda Supra X 125 PGM FI, yang berarti programmed fuel injection atau disebut sistem suplai bahan bakar yang terprogram, sehingga lebih irit bahan bakar 36 persen."Kelebihan tipe injection adalah irit bahan bakar, ramah lingkungan, serta akselerasi yang lebih stabil pada setiap putaran mesin," papar Johanes.Produk motor ini telah menggunakan komponen lokal (local content) mencapai 91 persen. Sedangkan harga motor dibandrol seharga Rp 15 juta dan Rp 16,3 juta. Kadar emisi juga telah masuk standar uji emisi internasional Euro 2.Motor telah dipasarkan di Jawa dan Bali dengan target produksi dan penjualan yang sama sebesar 2.500 unit per bulan.
(ir/)











































