Ancaman Vote "No" dalam RUPS Aqua

Ancaman Vote "No" dalam RUPS Aqua

- detikFinance
Jumat, 02 Des 2005 11:50 WIB
Jakarta - PT Aqua Golden Mississippi Tbk (Aqua) untuk kedua kalinya menggelar kembali Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat ini (2/12/2005).Kuorum atau tidaknya rapat ini serta berhasilkah Aqua menarik hati pemegang saham untuk menyetujui go private masih belum bisa teraba petanya.Pasalnya, ancaman vote "No" atau memilih tidak setuju dengan permintaan Aqua, akan membayangi jalannya RUPSLB kali ini.Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (Missi) yang mewakili suara investor ritel menganjurkan investor untuk datang dalam RUPSLB yang akan dilaksanakan siang ini. Namun, investor disarankan untuk tidak menyetujui rencana go private tersebut."Missi anjurkan investor jangka panjang untuk datang, tapi vote "No"," tegas Sekjen Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (Missi) Djoko Santoso Soeno kepada detikcom, Jumat (2/12/2005).Tentu saja ajakan Missi ini tidak bisa dianggap remeh. Terbukti dalam RUPSLB pada 14 November lalu gagal dilaksanakan karena investor yang dimotori Missi memilih untuk tidak datang yang mengakibatkan rapat tidak kuorum.Mengantisipasi gagalnya RUPSLB, pihak Aqua jauh-jauh hari sudah berkampanye melalui media, bagaimana menariknya harga yang ditawarkan Rp 100 ribu per saham itu.Aqua juga terus mewanti-wanti bahwa saham publik yang hanya 6,4 persen hanyalah saham tidur yang sulit naik harganya jika Aqua masih bertahan di Bursa Efek Jakarta.Sebelumnya, investor melalui Missi meminta harga Rp 1 juta, karena melihat kemampuan finansial Danone sebagai pemegang sahamnya.Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Aqua karena harga Rp 100 ribu dinilai sudah memberikan premium 50 persen lebih tinggi dari harga penilai independen Rp 66.681 per saham. Selain itu juga lebih tinggi 1.233 persen dari harga saham IPO yang sebesar Rp 7.500 per saham.Jumlah pemegang saham 6,4 persen itu dimiliki sebanyak 359 orang yang sebagian besar sekitar 250 pemegang saham memiliki kurang dari 500 saham Aqua atau kurang dari satu lot (odd lot), sehingga tidak bisa diperdagangkan di pasar reguler. Satu lot itu sama dengan 500 saham.Minta Diawasi BapepamMissi juga meminta Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) untuk mengawasi RUPSLB Aqua agar pelaksanaannya transparan."Bapepam harus datang langsung untuk mengawasi kehadiran dan pemungutan suara dalam RUPS Aqua," ujar Djoko.Pengawasan ini, menurut Djoko, diperlukan agar investor ritel dan pemegang saham odd lot merasa diperlakukan adil.Sebenarnya, kata Djoko, jika Aqua tetap listing di bursa, maka emiten ini akan menjadi saham blue chip sehingga harganya akan naik. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads