Up dated
Boediono Akan Masuk Kabinet, IHSG Kembali Tembus Level 1.100
Jumat, 02 Des 2005 16:45 WIB
Jakarta - Kabar akan masuknya mantan Menkeu Boediono ke dalam Kabinet Indonesia Bersatu langsung membangunkan IHSG yang sudah lama 'tertidur'. Pada penutupan perdagangan Jumat (2/12/2005), IHSG ditutup menguat tajam hingga 23,046 poin (2,10%) dan kembali menembus level 1.100, yakni tepatnya 1.119,417.Indeks LQ-45 naik 5,892 poin pada level 243,135, dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,980 poin ke level 193,302. Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi sebanyak 18.315 kali, pada volume 1,247 miliar saham, senilai Rp 1,365 triliun. Dari jumlah saham yang ditransaksikan, sebanyak 100 saham naik, 21 saham turun dan 48 saham stagnan.Analis pasar modal dari Recapital Asset Management, Haryajid Ramelan mengatakan, pemilihan Boediono untuk masuk ke dalam kabinet dinilai sangat tepat dan sudah sesuai dengan keinginan pasar. "Kita memang mengharapkan dia yang menjadi Menkeu karena sudah teruji," kata Haryajid kepada detikcom.Hal senada disampaikan analis dari Kuo Capital Raharja, Edwin Sinaga. Menurutnya, Boediono dinilai memiliki track record yang cukup baik dan juga tidak mewakili kepentingan politik mana pun.Pasar saham sebenarnya cukup stagnan hingga perdagangan sesi I. Namun setelah mencuatnya berita soal reshuffle dan akan masuknya Boediono, IHSG pun seperti bangun dari tidur. Saham-saham pun langsung melonjak.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 5.550, Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi Rp 5.600, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 150 menjadi Rp 11.000, PGN (PGAS) naik Rp 150 menjadi Rp 6.900, Astra International (ASII) naik Rp 300 menjadi Rp 9.550, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 70 menjadi Rp 1.380.Sedangkan saham yang turun harganya di top looser antara lain Unggul Indah Cahaya (UNIC) turun Rp 250 menjadi Rp 2.650, Sugi Samapersada (SUGI) turun Rp 50 menjadi Rp 470, Mandom Indonesia (TCID) turun Rp 50 menjadi Rp 4.000 dan Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) turun Rp 20 menjadi Rp 900.
(qom/)











































