Pengembang Properti Lirik Dana Segar di Pasar Modal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 27 Feb 2020 16:54 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Para pengembang perumahan yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta menyebut saat ini pengembang sebagian besar menggunakan modal dari perbankan. Padahal, banyak alternatif pendanaan untuk proyek pembangunan, salah satunya pasar modal.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI DKI Jakarta Arvin Iskandar menjelaskan seiring dengan peningkatan aktivitas pembangunan, dibutuhkan opsi pendanaan lain seperti di pasar modal. Dia menjelaskan pasar modal merupakan sumber yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh perusahaan pengembang anggota REI DKI Jakarta.

"Karena itu, kami mengajak dan mendorong anggota REI, khususnya perusahaan yang merupakan anggota REI DKI Jakarta untuk lebih maju dan berkembang dengan cara mencari pendanaan alternatif melalui pasar modal," kata Arvin dalam Workshop Optimalisasi Pertumbuhan Perusahaan melalui Go Public di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Dia menjelaskan dengan modal yang bergantung pada dana jangka pendek seperti perbankan dan modal sendiri saat pasar menurun, pengembang akan sulit berekspansi.

"Dengan go public maka akses pendanaan jangka panjang di pasar modal akan terbuka sehingga perusahaan semakin berkembang. Tata kelola perusahaan juga akan lebih baik. Kami juga mendorong BEI mensosialisasikan, bagaimana agar kemudian anggota REI di DKI Jakarta tertarik," ujar Arvin.

Kegiatan Go Public Workshop yang diselenggarakan DPD REI DKI Jakarta dan BEI dengan tema Optimalisasi Pertumbuhan Perusahaan melalui Go Public menyajikan beberapa materi di antaranya adalah potensi perusahaan lewat go public, strategi dan persiapan go public, persaingan keuangan dan audit go public success story go public.

DPD REI DKI Jakarta dengan 400-an perusahaan akan terus melakukan sosialisasi kepada anggotanya agar tertarik melantai di bursa.

"Saya yakin pengusaha anggota REI yang tertarik. Tinggal bagaimana DPD REI DKI Jakarta dan BEI terus mensosialisasikan agar mereka tertarik," pungkasnya.



Simak Video "Apa Kabar Super Megablok Properti Keluarga Habibie di Batam?"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)