Investasi Saham, Jamsostek Terapkan Cut Loss & Profit Taking

Investasi Saham, Jamsostek Terapkan Cut Loss & Profit Taking

- detikFinance
Senin, 05 Des 2005 14:53 WIB
Jakarta - PT Jamsostek (Persero) akan mulai bermain cerdik untuk investasi di sahamnya. Perseroan mulai tahun depan akan menerapkan mekanisme cut loss dan profit taking untuk meminimalisir kerugian dan memaksimalkan laba dalam portofolio sahamnya."Ke depan akan ada pemisahan core portofolio dan trading portofolio. Di dalam trading portofolio akan ada mekanisme profit taking atau cut loss. Kalau rugi sekarang mekanisme itu belum ada, kita akan bangun secara bertahap," kata Dirut Jamsostek Iwan Pontjo.Dia mengatakan itu di sela acara ulang tahun ke-28 Jamsostek yang berlangsung di Balai Kartini, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (5/12/2005).Tahun ini dana kelolaan Jamsostek mencapai Rp 32 triliun. Sebesar 60 persen dialokasikan untuk investasi jangka panjang di atas satu tahun. Sedangkan 25 persen lainnya untuk investasi dengan jangka waktu 2-6 tahun."Artinya ke depan dana kita sebagian besar harus di obligasi dan saham, karena dalam jangka waktu lima tahun saham-saham blue chip akan memberikan return di atas investasi yang fixed rate," papar Iwan.Saat ini portofolio investasi Jamsostek sebesar 40 persen dalam bentuk deposito, 40 persen obligasi, 10 persen saham, dan sisanya dalam bentuk investasi lain seperti properti.Ke depan, ungkap Iwan, investasi untuk saham dan obligasi akan ditingkatkan jumlahnya. Kemungkinan obligasi akan ditingkatkan menjadi 50 persen."Sedangkan deposito sudah tidak bisa ditingkatkan lagi, bisa dikurangi, tapi kalau dikurangi lihat-lihat dulu, sekarang kan kondisinya lagi bagus," tutur Iwan.Bentuk Komite InvestasiIwan juga memaparkan, untuk tahun depan, Jamsostek akan membentuk Komite Independen Investasi yang tugasnya memberikan opini instrumen investasi apa saja yang akan dimasuki Jamsostek. Fungsi komite ini memberikan pendapat atas peluang investasi yang tidak mengingkat."Kalau mereka bilang bagus terhadap instrumen, tertentu belum tentu kita ambil juga, tapi kalau mereka bilang jelek, itu akan memberikan pandangan lain dari tim tersebut," kata Iwan.Tim tersebut rencananya akan terdiri dari lima orang yang akan ditunjuk oleh Direksi PT Jamsostek. Ditegaskan Iwan, pembentukan tim tersebut bukan pemborosan, karena justru untuk memberikan antisipasi terhadap kemungkinan rugi.Iwan menambahkan, walaupun akan dibentuk tim tersebut, Jamsostek akan tetap membenahi internal perseroan dalam hal kemampuan membuat keputusan investasi.Jamsostek menargetkan pertumbuhan peserta tahun 2006 sebesar 20 persen dan pertumbuhan iuran 16 persen. Sedangkan dana kelolaan tahun depan ditargetkan mencapai Rp 40 triliun.Untuk meningkatkan peserta Jamsostek, perseroan tengah mengincar pekerja sektor informal. "Sektor informal orangnya banyak, tapi uangnya sedikit. Mereka juga butuh perlindungan, tapi tidak akan di-cross subsidi dengan peserta yang uangnya banyak," imbuhnya. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads