Sentimen Reshuffle Reda, Pasar Saham Was-was BI Rate Naik
Selasa, 06 Des 2005 09:50 WIB
Jakarta - Pengumuman reshuffle kabinet SBY-JK sudah tidak lagi menjadi perhatian investor, karena pelaku pasar sudah mengantisipasinya pada Jumat pekan lalu (2/12/2005). Investor saham justru was-was menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Selasa ini (6/12/2005) yang berencana menaikkan kembali BI rate, menyikapi tingginya inflasi year on year pada November yang mencapai 18,38 persen.Jika akhirnya BI Rate kembali naik, investor diprediksi akan buru-buru melakukan profit taking untuk merealisasikan keuntungan. Pasalnya naiknya, suku bunga akan membuat investor beralih ke pasar uang dan produk perbankan.Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa ini diprediksi akan variatif dengan kecenderungan bertahan di teritori positif. Pengumuman kabinet SBY Senin malam (5/12/2005) meski disambut baik oleh pasar dinilai sudah bukan berita baru lagi.IHSG pada penutupan Senin kemarin naik tipis 1,161 poin pada level 1.120,578. Kenaikan IHSG pada Senin kemarin mulai terbatas karena investor melakukan konsolidasi.Sedangkan pada lima menit pembukaan pasar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) Selasa pagi ini, IHSG sudah naik 5,430 poin pada level 1.126,008.
(ir/)











































