PGN Gandeng PLN & PKT Biayai Pipanisasi Gas Kaltim-Jawa

PGN Gandeng PLN & PKT Biayai Pipanisasi Gas Kaltim-Jawa

- detikFinance
Selasa, 06 Des 2005 11:09 WIB
Jakarta - Perusahaan Gas Negara (PGN) berencana menggandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pupuk Kalimantan Timur (PKT) untuk membiayai proyek pipanisasi gas dari Kalimantan Timur (Kaltim) ke Jawa.Kerjasama tersebut diharapkan bisa meringankan biaya PGN yang saat ini sedang ekspansif melakukan pembangunan beberapa ruas pipanisasi gas."Untuk proyek pipanisasi Kaltim-Jawa, PGN tidak melakukan sendiri, tetapi juga bersama dengan PLN dan Pupuk Kaltim, karena kalau kita sendirian, biayanya cukup besar," kata Dirut PGN WMP Simandjuntak.Hal ini disampaikan dia di sela acara pertemuan tahunan pengelolaan energi nasional di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (6/12/2005).Saat ini, menurut Simandjuntak, PGN masih melakukan kajian terhadap jumlah cadangan gas di wilayah tersebut. Dia menolak menjelaskan dugaan beberapa pihak yang mengatakan cadangan gasnya hanya 10 tahun saja."Itu masih dalam kajian," cetus Simandjuntak.Dalam kajian nanti bisa diprediksi berapa cadangan gas sebenarnya, sehingga bisa dibuat keputusan apakah tetap memakai proyek pipanisasi gas atau hanya membuat receiving terminal gas jika cadangannya sedikit.Pemerintah, ujar Simandjuntak, sudah memberikan restu untuk proyek pipanisasi tersebut dan akan segera ditenderkan.Pipa transmisi gas dari Kaltim ke Jawa diperkirakan sepanjang 1.600 kilometer dan diproyeksikan akan menelan biaya lebih dari US$ 1 miliar.ObligasiMengenai rencana penerbitan obligasi yang beberapa kali tertunda, menurut Simandjuntak, keinginan tersebut tetap ada. Dananya akan digunakan untuk membiayai beberapa proyek investasi PGN."Kemungkinan itu tetap ada untuk beberapa proyek," ujarnya.Begitu pula untuk rencana penawaran saham kedua (secondary offering) sebesar 3,4 persen, PGN juga masih berniat untuk segera merealisasikannya."Ya kita dulu pernah ingin mengajukan penawaran kedua, tapi itu harus izin dari pemerintah. Tapi kita tetap punya rencana itu," kata Simandjuntak.Saat ini, ungkap Simandjuntak, saham PGN yang dilepas ke pasar sebanyak 38 persen. Untuk melakukan secondary offering perseroan juga akan melihat dampaknya ke pasar."Kalau kita lakukan penawaran kedua akan dipikirkan juga pengaruhnya terhadap saham PGN yang saat ini tengah naik," tandasnya.Semula PGN berencana pelaksanaan secondary offering bisa dilakukan bersamaan dengan divestasi saham milik pemerintah sebesar 7,1 persen yang sudah disetujui DPR, yang baru akan dilakukan pada tahun depan. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads