IPO Bakrie Telecom Lebih Diminati Investor Asing

IPO Bakrie Telecom Lebih Diminati Investor Asing

- detikFinance
Selasa, 06 Des 2005 14:16 WIB
Jakarta - Penawaran perdana saham (Initial Public Offering/IPO) PT Bakrie Telecom, ternyata lebih banyak diminati investor asing. Oleh karenanya perseroan akan melakukan road show ke Hongkong dan Singapura."Sejauh ini peminatnya lebih banyak asing ketimbang lokal, kalau investor lokal cenderung ritel sedangkan investor asing kemungkinan besar institusi," kata Houston Jusuf, Managing Director PT Danatama Makmur selaku penjamin emisi.Hal tersebut diungkapkan Jusuf disela acara due diligence IPO PT Bakrie Telecom, yang berlangsung di Hotel Mid Plaza Intercontinental, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (6/12/2005).Jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO ini mencapai 5.500.000.000 saham seri B atau setara dengna 29,9 persen dengan nilai nominal Rp 100 per saham.Dalam IPO tersebut, Bakrie Telecom juga melepas 1,1 miliar lembar waran seri I yang akan diberikan cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru. Setiap pemilik 5 saham baru perseroan akan mendapat I waran seri I yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham seri B.Waran seri I ini memiliki jangka waktu pelaksanaan selama 3 tahun dengan harga pembelian Rp 130-Rp 140 per saham. Masa penawaran saham akan dilakukan pada 13-17 Januari 2006 dan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 23 Januari 2006.Rencananya dana hasil IPO ini sebesar 90 persen digunakan untuk penambahan Base Transceiver Stations (BTS), penambahan pengembangan Mobile Switching Centre (MSC) dan Base Stations Controller serta pengembangan peralatan penunjang sarana telekomunikasi lainnya. Sedangkan dana sebesar 10 persen lainnya akan digunakan untuk modal kerja. Untuk tahun depan, anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ini menganggarkan biaya investasi atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun.Dana untuk capex ini sebesar Rp 750 miliar diharapkan dari hasil IPO dan sisanya ditutupi dari hasil right issue BNBR beberapa waktu lalu.Sampai akhir tahun, perseroan memperkirakan masih akan membukukan rugi bersih, yang sampai September mencapai rugi Rp 111,958 miliar. Rugi bersih ini karena adanya beban dari penambahan jaringan.Sedangkan untuk tahun depan perseroan berharap sudah bisa memcatat break even point (BEP). Pasca IPO komposisi pemegang saham Bakrie Telecom adalah BNBR sebesar 50,35 persen yang sebelumnya memiliki saham 71,2 persen. Richweb Investment Ltd sebesar 2,08 persen yang sebelumnya memiliki 2,94 persen. CMA Fund Ltd 15,1 persen yang sebelumnya sebesar 21,37 persen, Bakrie Communication 3,18 persen sebelumnya 4,49 persen serta sisanya akan dipegang publik 29,9 persen. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads