Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Mar 2020 08:29 WIB

OJK Izinkan Buyback Saham Tanpa RUPS

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini ditutup di zona merah. IHSG cenderung bergerak di teritori negatif sepanjang perdagangan hari ini. Ilustrasi Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta -

Kondisi pasar keuangan global makin tidak menentu, termasuk di Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin melorot hingga 6,5%.

Indeks kembali mendekati 5.000. Analis menyebut hal ini karena pasar makin khawatir dengan menyebarnya wabah Corona ke berbagai negara.

Setelah mencermati, regulator akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk stimulasi. Apa kebijakan tersebut?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin untuk seluruh emiten atau perusahaan publik agar bisa membeli kembali saham tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini juga sebagai upaya memberikan stimulus perekonomian.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik Anto Prabowo menjelaskan kebijakan ini diambil karena regulator mencermati kondisi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun 2020 sampai dengan hari ini 9 Maret 2020 terus mengalami tekanan signifikan yang diindikasikan dari penurunan IHSG sebesar 18,46%.

Hal ini terjadi seiring dengan pelambatan dan tekanan perekonomian baik global, regional maupun nasional sebagai akibat dari wabah COVID-19 dan melemahnya harga minyak dunia.

"Untuk itu, OJK hari ini mengeluarkan kebijakan pelaksanaan pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan publik (buyback saham)," kata dia dalam siaran pers, Senin (9/3/2020).

Dia mengungkapkan buyback saham oleh emiten atau perusahaan publik dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan, dilakukan dengan merelaksasi pembelian kembali dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Kemudian jumlah saham yang dapat dibeli kembali dapat lebih dari 10% dari modal disetor dan paling banyak 20% dari modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar 7,5% dari modal disetor," kata dia.

Ketentuan ini dituangkan dalam Surat Edaran OJK Nomor 3/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Maret 2020 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan Dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Imbas Covid-19, Pengusaha Rental Mobil Datangi Kantor OJK"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com