Mampukah Buyback 12 BUMN Rp 8 T Selamatkan Pasar Modal RI?

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 10 Mar 2020 15:05 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Untuk menyelamatkan pasar modal yang tengah terpuruk, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempermudah proses pembelian kembali (buyback) saham tanpa perlu menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUSPT). Saat ini ada 12 BUMN yang dinyatakan siap untuk melakukan buyback.

Lalu apakah aksi buyback 12 BUMN itu akan ampuh tahan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)?

Buyback sendiri pada dasarnya adalah aksi yang dilakukan perusahaan yang sahamnya tercatat di pasar modal untuk membeli kembali sahamnya. Ada beberapa alasan aksi korporasi itu dilakukan, misalnya untuk mengurangi jumlah kepemilikan publik, berniat menjadi perusahaan tertutup atau dalam kondisi ini menaikkan harga saham perusahaan.

Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM), Marsangap P. Tamba mengatakan, jika benar 12 BUMN mau melakukan buyback sebesar itu maka IHSG berpotensi terselamatkan. Apalagi besarannya mencapai Rp 8 triliun sehingga mampu menambah nilai transaksi harian.

"Buyback bisa banget (selamatkan IHSG). Kalau tidak ada tambahan tekanan eksternal (Rp 8 triliun) itu lumayan besar untuk menggerakkan pasar. Sebelum rush kemarin kan (nilai transaksi harian) sempat sepi ke Rp 3 triliun. Jadi kalau ada dana tiba-tiba (Ro 8 triliun) ya lumayan," tuturnya di Penang Bistro Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Itu baru BUMN, belum dari perusahaan tercatat lainnya yang kemungkinan juga akan melakukan buyback. Marsangap yakin, banyak emiten swasta yang mau melakukan buyback demi menjaga nilai sahamnya.

"Secara umum perusahaan mau, terutama perusahaan besar berkepentingan juga. Harga saham itu sebagai sinyal nama baik perusahaan. Beberapa perusahaan besar termasuk BUMN akan ikut," tutupnya.

Berikut 12 BUMN yang akan melakukan buyback:

1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
4. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)
5. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
6. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)
7. PT PP (Persero) Tbk (PTPP)
8. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)
9. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)
10. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
11. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
12. PT Timah Tbk (TINS).



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)