Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Mar 2020 18:18 WIB

BTN Bagi-bagi Dividen Rp 20,92 M

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
PT Bank Tabungan Negara (Persero) BTN menargetkan raup izin Prinsip KPR untuk subsidi maupun non subsidi, sebesar Rp 3 T dengan target booked sebesar Rp 1 T untuk bidik pasar milenial. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membagikan dividen Rp 20,92 miliar kepada pemegang saham atau 10% dari total laba bersih Rp 209 miliar. Direktur Utama BTN Pahala Mansyuri mengungkapkan dividen per lembar saham sebesar Rp 1,98.

"Sementara dari jumlah laba yang dialokasikan untuk dividen, yang akan disetor ke pemegang saham mayoritas atau Pemerintah adalah sebesar Rp 12,55 miliar. Sementara 90% dari sisa laba bersih akan digunakan sebagai saldo laba ditahan," kata Pahala dalam konferensi pers di Menara BTN, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Pahala menjelaskan 90% laba ditahan ini akan digunakan untuk memperkuat modal pengembangan bisnis tahun ini. "Modal kita masih kuat, tahun ini diharapkan bisa tumbuh 9,5% dan tahun depan 12% tentunya kita berterima kasih kepada pemegang saham membagikan dividen 10% dari laba yang diperoleh," jelas dia.

Per Februari 2020, coverage ratio Bank BTN mencapai lebih dari 100 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 43,42 persen.

"Adanya PSAK 71 juga akan mendorong perseroan untuk lebih prudent dalam pemberian kredit, sehingga kualitas kredit akan menjadi lebih baik," kata Pahala menegaskan.

Menapaki tahun 2020, Perseroan menetapkan beberapa target kinerja, yaitu aset ditargetkan meningkat 6-8%, sementara kredit dan pembiayaan tetap tumbuh sebesar 8-10% dengan penopang utama adalah kredit pemilikan rumah atau KPR.

"Permintaan rumah masih cukup tinggi, dan hal ini didukung pemerintah yang akan menambah subsidi ke sektor perumahan dalam bentuk Subsidi Selisih Bunga atau SSB, Bank BTN juga akan mengoptimalkan KPR Non subsidi khususnya segmen milenial dan urban dan mengembangkan personal loan dengan penjualan produk secara bundling antara kredit dan tabungan seperti contohnya BTN Solusi yang baru kami rilis," kata Pahala.

Pahala menyambut baik inisiatif Pemerintah dalam memberikan stimulus khususnya pada sektor perumahan di tengah perlambatan ekonomi nasional yang terdampak virus Covid-19 di Indonesia.

"Ini merupakan dukungan positif Pemerintah terhadap sektor perumahan yang berdampak pada 172 industri terkait pembangunan perumahan, semoga ini menjadi angin segar bagi industri pembiayaan perumahan sekaligus mendorong semangat para pelaku industri properti untuk membangun rumah dalam rangka mendukung Program Sejuta Rumah," kata dia.

Pemasaran produk bundling membuat Bank dengan kode saham BBTN menargetkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13-15% didorong kenaikan porsi dana murah dari giro dan tabungan.

Sedangkan rasio kredit bermasalah,atau Non Performing Loan ditargetkan membaik di kisaran 3,5% dengan memperbaiki proses inisiasi kredit dan collection management system dan optimalisasi situs lelang rumah yaitu www.rumahmurahbtn.co.id.

"Meskipun laba tahun lalu turun tajam, tahun ini kami optimistis laba Bank Tabungan bisa menembus Rp2,5 triliun- Rp 3 triliun dengan menurunkan cost of fund atau biaya dana menjadi 5,27% dan mendorong fee based income tumbuh di atas 17% dibandingkan tahun lalu, kita juga akan mengupayakan penurunan biaya umum dan sebagainya," kata Pahala.



Simak Video "Detik-detik Pesta Sabu di Pinrang Digerebek Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com