Asing Borong Saham Bank, IHSG Meroket 27 Poin
Rabu, 07 Des 2005 16:49 WIB
Jakarta - Aksi borong saham perbankan yang dilakukan investor asing membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat sangat indah dengan naik 27,930 poin pada level 1.151,365.Asing mulai percaya diri masuk ke pasar saham setelah melihat rupiah menguat signifikan karena BI rate naik hingga 12,75 persen.Adrian Rusmano dari BNI Securities menilai harapan pasar sangat besar terhadap reshuffle. Namun kenaikan tidak akan berlanjut jika tim ekonomi baru tidak bisa menjaga stabilitas makro.Senada dengan Adrian, analis dari Bhakti Capital Budi Ruseno mengatakan, ekspektasi pasar terhadap reshuffle kabinet sesuai, sehingga timbul kepercayaan.Sedangkan kenaikan BI rate ternyata juga jauh di bawah perkiraan pasar, sehingga tidak terlalu mengganggu perbankan.Kedua analis itu juga mengakui faktor window dressing akhir tahun turut memicu investor untuk mengoleksi saham-saham unggulan.Indeks LQ-45 naik 6,712 poin pada level 250,617, Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,646 poin pada level 198,372, Main Board Index (MBX) naik 7,904 poin pada level 316,506 dan Development Board Index (DBX) naik 4,451 poin pada level 224,515.Pasar saham juga berlangsung marak, terlihat perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 26.884 kali dengan volume 4.120.681 lot saham, senilai Rp 1,667 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 24 saham turun dan 217 sahan stagnan.Jawara di top gainer lebih banyak didominasi saham perbankan, yaitu Astra Internasional (ASII) naik Rp 350 menjadi Rp 10.000, Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 5.800, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 100 menjadi Rp 3.500, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 90 menjadi Rp 1.490, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 75 menjadi Rp 3.000.Sedangkan saham yang nyungsep di top loser antara lain Sepatu Bata (BATA) turun 100 menjadi Rp 14.250, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 2.875, Asahimas Flat Glass (AMFG) turun Rp 50 menjadi Rp 3.300, PP London Sumatra (LSIP) turun Rp 25 menjadi Rp 3.100, dan Matahari Putra Prima (MPPA) turun Rp 10 menjadi Rp 980.
(ir/)











































