Sabar, IHSG Baru Bisa Sehat Jika Corona Musnah dari Bumi

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 17 Mar 2020 18:05 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu lepas dari jeratan jaring negatif dan melemah 24 poin. Seluruh bursa di Asia pun kompak melemah.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pasar modal Indonesia dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus turun. Bahkan hari ini kembali diberlakukan pembekuan sementara pasar (trading halt) karena turun lebih dari 5%.

Para analis sepakat bahwa IHSG lesu karena 'terjangkit' virus corona. Jadi satu-satunya cara sembuhkan IHSG hanya melenyapkan virus tersebut.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai saat ini pelaku pasar modal RI dalam kondisi kepanikan dan tidak rasional. Mereka perilakunya cenderung mengekor, jika pasar global turun mereka jual, jika ada investor asing jual di pasar modal RI, mereka juga akan jual.

"Pasar suka panik, kalau global turun mereka akan mengikuti dengan kepanikan. Jadi kebijakan sebanyak apa pun kalau pasarnya panik itu orang jual-jual di pasar," katanya kepada detikcom, Selasa (17/3/2020).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah mengeluarkan sederet kebijakan mulai dari buyback saham tanpa perlu RUPS, trading halt hingga penurunan batas auto rejection bawah. Tapi IHSG tetap saja terjungkal.

Menurut Hans kebijakan yang dikeluarkan otoritas itu memang bukan untuk menahan kejatuhan IHSG, tapi lebih kepada menghilangkan kepanikan pelaku pasar. Akan tetap ketakutan akan COVID-19 jauh lebih besar. Sebab pengaruhnya cukup besar terhadap ekonomi dunia.

"Orang kan melihat untuk mengatasi corona ini salah satunya lockdown, tapi lockdown punya pengaruh negatif ke ekonomi. Ini ya pasti tidak banyak pilihan yang ada. Kita tahu Korsel tidak lockdown semua, dia melakukan pemeriksaan, tapi itu budget-nya besar. Orang juga berpikir bagaimana Indonesia. Karena sebagian besar karyawan Indonesia pegawai harian yang kalau di-lockdown 2 minggu, bagaimana nasib mereka. Nah itu jadi pertanyaannya," tambahnya.

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali juga menilai hal yang sama. IHSG masih dipengaruhi penyebaran virus corona dan kejatuhan harga minyak.

"Andai saya tahu sampai kapan (penurunan IHSG). Saya lihat penyebaran COVID-19 di Indonesia masih berada pada fase awal," tuturnya.

Sekalipun data-data perekonomian Indonesia di kuartal I-2020 menunjukkan hal yang positif, Frederik melihat tidak akan ampuh menyembuhkan IHSG. Sebab jika masih ada virus corona pertumbuhan ekonomi akan terus melambat. Jadi satu-satunya jalan yang bisa membuat IHSG sembuh adalah hilangnya virus corona.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)