Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Mar 2020 14:45 WIB

Panik Lihat Saham Berguguran? Ini Saran BEI

Danang Sugianto - detikFinance
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/11/2016). IHSG ditutup meroket hingga 1,57%. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Semenjak wabah virus corona merebak di seluruh dunia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot. Para investor khawatir virus corona membuat perekonomian dunia lesu.

Bayangkan, dari awal tahun IHSG sudah turun 31% hingga saat ini sudah berada di posisi 4.300-an. Tentu dengan kondisi saat ini banyak saham-saham yang berguguran.

Lalu dengan banyaknya saham yang berguguran, apa yang harus dilakukan investor?

"Kita tidak bisa kasih rekomendasi apakah harus cut loss, beli atau jual. Tapi coba saat beli saham perlakukan seperti beli aset lain," kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 Goklas Tambunan menjawab pertanyaan yang dilontarkan dalam live instagram BEI bertajuk Tanya IDX, Rabu (18/3/2020).

Goklas mencontohkan, seperti membeli kendaraan, setiap orang pasti melakukan pertimbangan terlebih dahulu. Seperti mencari informasi mengenai spesifikasi kendaraan tersebut.

Begitu juga dengan membeli saham, yang paling penting adalah mencari informasi mengenai kondisi kinerja keuangan perusahaan, pahami kondisi bisnisnya. Jika fundamentalnya baik, tentu akan lebih yakin saat membeli saham tersebut.

"Sarannya sebelum beli lihat dulu perusahaannya, jangan tutup mata. Walaupun perusahaan besar kita harus tetap berhati-hati. Diperhatikan keterbukaan informasinya, laporan keuangannya, manajemennya seperti apa," tambahnya.

Goklas juga menyarankan agar membeli saham di pasar modal benar-benar menggunakan uang untuk investasi. Artinya setelah seluruh pos kebutuhan hidup harus lebih dulu terpenuhi, seperti makan, biaya sekolah anak, transportasi, cicilan utang, asuransi dan lainnya.

"Setelah semuanya terpenuhi baru investasi. Jangan pakai dana-dana emergency," tegasnya.

Jika saat membeli saham dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut maka investor tidak perlu panik. Sebab jika fundamental perusahaannya baik, maka sahamnya akan kembali ke posisi yang seharusnya.



Simak Video "BEI Hentikan Short Selling!"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com