Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Mar 2020 15:41 WIB

Tenang, Pasar Modal RI Sudah 'Kebal' Krisis

Danang Sugianto - detikFinance
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/11/2016). IHSG ditutup meroket hingga 1,57%. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Sejak wabah virus corona menyebar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot. IHSG dari awal tahun sudah turun lebih dari 31%.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku penjaga pasar modal mengimbau pelaku pasar agar tidak perlu panik menghadapi situasi saat ini. Sebab pasar modal RI sudah berkali-kali menghadapi krisis dan kembali bangkit.

"Kita sudah terlatih atau sudah kebal atau terbiasa dalam kondisi krisis. Tinggal kita bagaimana menghadapinya bersama-sama. Sehingga kita bisa survive. Jangan sebarkan pesimisme kita optimis saja. Kita bergandengan tangan," kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 Goklas Tambunan dalam live instagram BEI bertajuk Tanya IDX, Rabu (18/3/2020).

Pasar modal Indonesia memang beberapa kali dihantam badai yang begitu besar seperti krisis. Contohnya pada krisis keuangan 2008, selama 1 tahun IHSG turun sekitar 50%.


Bahkan pada 8 Oktober 2008, BEI pernah menghentikan sementara perdagangan lantaran IHSG anjlok hingga 10,38% ke posisi 1.451. Periode itu kemudian dikenal sebagai Black Wednesday.

Tapi badai pasti berlalu. Setiap tahun yang berat, di tahun berikutnya IHSG akan rebound dengan lonjakan yang cukup tinggi. Pada 2009 misalnya IHSG sepanjang tahun naik hingga lebih dari 80%.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com