Seragam Dengan Bursa Asia, IHSG Ditutup Anjlok 2,8% ke 4.330

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rabu, 18 Mar 2020 16:17 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan hari ini konsisten bergerak di teritori negatif berbarengan dengan ledakan yang terjadi di Sarinah, Thamrin, Jakarta pusat, siang tadi.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup negatif. IHSG terkoreksi 126 poin (2,8%) ke level 4.330.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sore ini bertahan di level Rp 15.187.

Membuka perdagangan, Rabu (18/3/2020), IHSG berkurang 31 poin (0,7%) ke level 4.424. Indeks LQ45 melemah 12 poin (1,79%) ke 670.

Hingga sesi I berakhir, IHSG berkurang 54 poin (1,2%) ke level 4.402. Sedangkan indeks LQ45 turun 9 poin (1,34%) ke level 674.

Pada sore hari, IHSG 126 poin (2,8%) ke level 4.330. Sedangkan indeks LQ45 berkurang 28 poin (4,1%) ke level 655.

Perdagangan saham ditransaksikan 467.183 kali dengan nilai Rp 7,9 triliun. Sebanyak 93 saham menguat, 320 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 21,237.38 (+5.20%), NASDAQ ditutup 7,334.78 (+6.23%), S&P 500 ditutup 2,529.17 (+5.99%).

Bursa saham US ditutup menguat setelah mendengar rencana dari white house untuk memberikan injeksi sebesar US$ 1 Tn kedalam sistem ekonomi US untuk menahan efek samping dari coronavirus. Paket stimulus sebesar US$1 tn tersebut termasuk pembayaran langsung pada penduduk US selama 2 minggu mendatang.

Sehingga bursa Asia akan dibuka lebih tinggi mengikuti pergerakan Wall Street. Peningkatan ini masih terlihat bersifat sementara karena kondisi ekonomi global masih belum terlihat akan stabil dan kasus Covid19 terus berkembang.

Bursa Asia sore ini mayoritas bergerak negatif. Berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 turun 284 poin ke 16.726
  • Indeks Hang Seng berkurang 971 poin ke 22.291
  • Indeks Shanghai melemah 50 poin ke 2.728
  • Indeks Strait Times terkoreksi 30 poin ke 2.423


Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)