Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 21 Mar 2020 06:30 WIB

Balik ke Level 4.000, Pergerakan IHSG Bikin Tegang

Danang Sugianto - detikFinance
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%. Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna

Tren pelemahan IHSG belakangan dinilai lebih parah dibandingkan saat krisis 2008, walaupun dari level indeksnya belum serendah kala itu.

"Untuk IHSG saat ini ya, kalau saat ini sih dibilang lebih parah mungkin lebih parah karena nggak ada fluktuasi ya. Setiap hari kita lihat trading halt. Terus saham-saham juga berguguran sampai auto reject bawahnya di 7%," kata Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani saat dihubungi detikcom, Jumat (20/3/2020).

Dia menjelaskan, tren pelemahan IHSG kali ini lebih parah dibandingkan krisis 2008 karena minimnya fluktuasi indeks atau koreksi ke arah positif. Dengan kata lain pergerakan IHSG konsisten menuju level bawah.

"Itu secara penurunan lebih parah dari 2008 karena kalau 2008 itu masih ada fluktuasi naik beberapa kali. (Sekarang) itu lebih parah, dan ini lebih cepat terjadi," jelasnya.


Tapi setidaknya IHSG tertolong oleh protokol trading halt. Jadi penurunan indeks saham lebih terbatas ketimbang terjun bebas.

"Secara penurunan karena kita sudah ada skema yang ditahan 5% halt, protokol anti krisis. Jadi penurunannya lebih terbatas karena ada protokol anti krisis dari BEI. Jadi penurunannya lebih terbatas secara harian," tambahnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]

(das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com