Saham Publik Belum Ditambah, BEJ Kaji Status Listing XL
Kamis, 08 Des 2005 15:45 WIB
Jakarta - Bursa Efek Jakarta (BEJ) akan mengkaji status pencatatan (listing) saham PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) terkait dengan belum ditambahnya jumlah saham publik yang kurang dari 1 persen.Padahal sebelumnya, dua pemegang saham XL yakni Khazanah Nasional Berhard dan Indocel Holding SDN.BHD (Telekom Malaysia), berjanji akan menambah saham publik.Namun usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2 Desember lalu, pihak Telekom Malaysia (TM) mengaku tidak akan menambah saham di publik. Sebaliknya, TM akan menambah kepemilikannya saat ini yang sebesar 56,92 persen hingga 60 persen."Kita sudah kirimkan surat ke XL setelah kita baca dari media bahwa TM tidak akan menambah sahamnya ke publik, bahkan saham publik bisa berkurang karena mereka berniat beli lagi," kata Eddy Sugito, Direktur Pencatatan BEJ, kepada detikcom di Gedung BEJ, Jakarta, Kamis (8/12/2005).Saat ini, BEJ masih menunggu respons dari pihak XL. Jika perusahaan menolak menambah sahamnya, menurut Eddy, bisa saja otoritas bursa melakukan penghapusan pencatatan (delisting)."Kalau tidak ada respons kita akan me-review status listing-nya. Kemungkinan bisa delisting tapi tergantung respons dan tanggapan dari surat kita," ujar Eddy yang berharap XL akan memenuhi komitmennya. BEJ juga masih mengeluarkan saham XL dari penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena saham yang ditransaksikan di pasar tidak signifikan. "Kalau kondisinya seperti ini terus akan tetap dikeluarkan dari IHSG," ucap Eddy.Saat ini pemegang XL adalah Indocel Holding SDN.BHD (Telekom Malaysia) 56,92 persen, PT Telekomindo Primabhakti 15,97 persen, Khazanah Nasional Berhard 16,81 persen, AIF (Indonesia) Limited 10,14 persen dan sisanya publik.
(ir/)











































