Remote Trading BEJ Molor Jadi Awal 2006

Remote Trading BEJ Molor Jadi Awal 2006

- detikFinance
Jumat, 09 Des 2005 13:45 WIB
Jakarta - Target Bursa Efek Jakarta (BEJ) menerapkan seluruh perdagangan saham dengan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading) pada akhir tahun ini terpaksa batal.Rencana tersebut diperkirakan baru akan terealisasi pada awal tahun 2006, karena belum semua Anggota Bursa (AB) menyelesaikan sistem ini."Memang kita rencananya mundur dari akhir tahun menjadi awal 2006, masalahnya karena infrastruktur bukan kesiapan," kata Direktur Perdagangan dan Keanggotaan BEJ MS Sembiring di Gedung BEJ, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (9/12/2005).Saat ini, ungkap Sembiring, sudah ada 36 AB dalam proses penyelesaian remote trading gelombang keenam. Sisanya 22 AB akan melalui Automatic Service Provider (ASP).Seperti diberitakan, BEJ akan menghapus sistem perdagangan saham di lantai bursa (floor trade) pada akhir tahun 2005, karena semua AB ditargetkan sudah menggunakan sistem remote trading.Meski demikian, BEJ sendiri masih dilema, apakah lantai perdagangan bursa yang selama ini digunakan untuk transaksi saham benar-benar dihilangkan atau tetap dipertahankan.Di satu sisi, penyediaan fasilitas perdagangan saham di lantai bursa, memaksa BEJ harus merogoh koceknya Rp 8 miliar per tahun. Sedangkan dengan remote trading, BEJ berharap ada penghematan biaya yang cukup signifikan.Tapi di sisi lain, BEJ berkepentingan mempertahankan lantai bursa, karena pasar saham di Indonesia belum populer. Banyak masyarakat awam tidak mengerti seperti apa transaksi saham itu. Dengan adanya lantai bursa, setidaknya bisa menunjukkan bagaimana transaksi saham berlangsung.Namun melihat faktor tingginya biaya fasilitas lantai bursa, efisiensi di perusahaan efek, serta target menuju bursa yang maju dan canggih secara elektronik, sepertinya BEJ akan menghapus lantai bursa.Sistem remote trading BEJ terbagi dalam tiga kategori. Pertama, AB Pilot, yang menjadi pelopor perdagangan. Kedua, AB Mandiri, yakni semua sistem dan biaya ditanggung oleh AB yang bersangkutan.Ketiga, AB Application Service Provider (AB-ASP), yakni AB bisa mengikuti remote trading tanpa harus memiliki sistem sendiri, karena bisa melalui provider yang ditunjuk BEJ. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads