Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Mar 2020 15:13 WIB

Rupiah Mulai Naik, Tanda Kepanikan Sudah Reda?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Bank Indonesia (BI) dan Bareskrim Polri hari ini memusnahkan 50.087 lembar uang rupiah palsu di kantor BI, Jakarta Pusat, Rabu (26/2). Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai mengalami penguatan. Meskipun masih berada di posisi Rp 16.000-an di tengah pandemi virus corona.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkapkan bank sentral selalu mencermati kondisi perekonomian khususnya dampak penyebaran Covid 19 ada sejumlah indikator stabilitas nilai Rupiah.

Dari keterangan BI disebutkan pada Kamis 26 Maret 2020 nilai tukar rupiah ditutup melemah di posisi Rp 16.275. Kemudian yield surat berharga negara (SBN) 10 tahun turun 7,99%. Sedangkan DXY (Indeks Dolar) melemah ke level 99,35. Lalu Yield UST Note 10 tahun naik ke level 0,867%.

Kemudian pada Jumat 27 Maret 2020 nilai rupiah dibuka menguat pada level Rp 16.100.

Onny menyampaikan, saat ini kepanikan di pasar keuangan sudah mulai mereda, tercermin dari Currency Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun turun ke 181bps pada 26 Maret dari 239 bps pada 20 Maret 2020.

"Berdasarkan data transaksi 23-26 Maret 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik net jual Rp 9,93 triliun dengan net jual di pasar SBN sebesar Rp 10 triliun serta di pasar saham Rp 0,07%," kata Onny dalam siaran pers, Jumat (27/3/2020).

Sementara itu berdasarkan data setelmen pada 23-26 Maret 2020. Di pasar keuangan domestik non residen tercatat melakukan net jual Rp 25,05 triliun. Selama 2020 non residen tercatat melakukan net jual Rp 140,13 triliun termasuk data crossing saham. Terutama kontribusi dari pasar SBN.

Dia mengatakan saat ini BI berupaya untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar.

"Untuk itu, BI terus meningkatkan intensitas stabilisasi di pasar domestic non deliverable forward, pasar spot dan pembelian SBN di pasar sekunder," jelas dia.



Simak Video "Rupiah Keok Dihajar Dolar AS, Tembus Rp 14.500"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com