IPO saat Darurat Corona, Saham Perusahaan Pupuk Ini Malah Melejit

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 31 Mar 2020 09:40 WIB
Hasil perhitungan cepat (quick count) sementara sudah menunjukkan calon presiden Joko Widodo unggul terhadap capres Prabowo Subianto, Kamis (10/7/2014). Saham media milik Grup Bakrie dan MNC anjlok gara-gara menampilkan hasil quick count yang berbeda dengan media lain.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Di tengah merebaknya virus corona, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk malah melakukan pencatatan saham perdana di pasar modal. Aksi ini terbilang mengherankan, sebab pandemi yang tengah merebak ini sudah membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot.

Tapi aksi berani itu terbayarkan. Saham yang dicatatkan berkode SAMF ini menguat hingga batas atas dan terkena auto reject atas.

Saham SAMF tercatat naik 42 poin atau 35% ke posisi Rp 162 per lembar dari harga penawaran perdana di level Rp 120 per per lembar saham.

Di level itu saham SAMF ditransaksikan sebanyak 40 ribu lembar dengan nilai Rp 6,48 juta. Perdagangan itu dilakukan melalui 2 kali frekuensi transaksi.

Saraswanti Anugerah Makmur sendiri melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dengan melepas sejumlah 775.000.000 lembar saham baru atau setara dengan 15,12% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Saham baru tersebut ditawarkan pada harga Rp 120/lembar saham sehingga keseluruhan dana IPO yang terkumpul adalah sebesar Rp 93 miliar.

Selain itu perusahaan pupuk NPK non subsidi ini juga memberikan alokasi pasti (fixed allotment) sejumlah 22.639.400 saham kepada karyawan perseroan dan entitas anak melalui program ESA yang bertujuan untuk memberikan insentif dan meningkatkan rasa memiliki karyawan. Saham-saham dalam program ESA ini di lock-up selama 2 tahun.

Perseroan akan menggunakan sekitar 49,78% dana segar yang diperoleh untuk mendanai kebutuhan belanja modal entitas anak, guna meningkatkan kapasitas produksi. Belanja modal dimaksud meliputi pembelian mesin-mesin produksi, mesin penunjang termasuk instalasi dan pembangunan serta perbaikan atau pemeliharaan fasilitas-fasilitas penunjang dari pihak ketiga. Sisanya sekitar 50,22% akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan entitas anak.



Simak Video "Pandemi Corona Bikin Harga Saham Amazon Selangit!"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)