Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 01 Apr 2020 12:53 WIB

BI Cegah Dolar AS 'Ngamuk' Tembus Rp 20.000, Caranya?

Trio Hamdani - detikFinance
Gubernur BI Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah)/Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai terkendali. BI mengantisipasi dolar AS tidak 'ngamuk' hingga tembus ke level Rp 20.000/US$ imbas virus Corona (Covid-19).

"Jadi kalau tadi disampaikan skenario berat kurs Rp 17.500 per dolar AS, atau yang sangat berat Rp 20.000 per dolar AS. Itu akan kita antisipasi supaya tidak terjadi. Dalam hal ini saya sebagai Gubernur BI menyatakan bahwa tingkat rupiah saat ini sudah memadai," katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/4/2020).

Dia menjelaskan sejumlah upaya yang dilakukan BI adalah berkoordinasi dengan pemerintah, menurunkan suku bunga, menginjeksi likuiditas dan upaya lainnya untuk mengurangi berbagai beban terhadap sektor ekonomi.


Bank sentral juga melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Kami lakukan stabilisasi nilai tukar rupiah dengan intervensi di pasar spot, domestic non delivery forward, maupun pembelian SBN (surat berharga negara) dari pasar sekunder," sebutnya.

Dia menegaskan pihaknya sudah melakukan injeksi likuiditas dalam jumlah besar kepada pasar keuangan dan perbankan.

"Kami sudah injeksi likuiditas hampir Rp 300 triliun. Kalau kami beli SBN dari pasar SBN kami sekaligus injeksi likuiditas. Jadi injeksi likuiditas melalui pasar sekunder kurang lebih tahun ini sudah Rp 166 triliun," jelasnya.



Simak Video "Rupiah Keok Dihajar Dolar AS, Tembus Rp 14.500"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com