CMNP akan Right Issue Rp 500 M
Senin, 12 Des 2005 13:08 WIB
Jakarta - Pemegang saham PT Citra Marga Nushapala Persada Tbk (CMNP) harus bersiap-siap menghadapi rencana perseroan melakukan right issue atau penerbitan saham terbatas sekitar Rp 500 miliar pada tahun 2006. Pasalnya, jika tidak ikut program tersebut, bisa-bisa saham investor terdilusi. Selain right issue, perseroan juga menyiapkan alternatif emisi obligasi yang keempat dengan nilai yang sama. Namun, berhubung pasar obligasi sedang lesu karena naiknya suku bunga, perseroan akan mengutamakan right issue."Melihat kondisi pasar, lebih memungkinkan dilakukan right issue," kata Direktur Keuangan CMNP I Ketut Mardjana dalam paparan publik di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (12/12/2005).Mardjana menjelaskan, untuk penerbitan obligasi, perseroan masih melihat kondisi tingat suku bunga dan daya serap pasar. Sebelumnya dalam penerbitan obligasi ketiga tahun ini Rp 400 miliar hanya mampu terserap Rp 306 miliar. "Untuk obligasi tidak terlalu mendesak sekali karena proyek dilakukan bertahap dan masih bisa dipenuhi dari dana sisa obligasi ketiga," ujar Mardjana. Rencana pendanaan tersebut, akan digunakan untuk proyek jalan tol Depok-Antasari yang baru dimenangkan oleh Konsorsium CMNP. Proyek tersebut memakan biaya sekitar Rp 2,25 triliun, yang sebesar 50 persen atau Rp 1,24 triliun keluar dari kocek CMNP."Dananya 40 persen dari ekuitas dan 60 persen dari pinjaman yang kemungkinan dilakukan dengan right issue," ungkap Mardjana.Perseroan memperkirakan sampai akhir tahun ekuitas mencapai Rp 1,203 triliun. Sedangkan laba bersih 2005 masih di bawah target, meskipun lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang naik 3,35 persen menjadi Rp 89,567 miliar."Ini karena peningkatan beban usaha seperti peningkatan kesejahteraan karyawan dan kenaikan harga BBM yang mengakibatkan biaya transportasi karyawan dan patroli meningkat," tutur Mardjana.Pendapatan sampai akhir tahun diperkirakan meningkat 4,71 persen menjadi Rp 433,437 miliar dibanding tahun lalu. Diakui Mardjana, meski tarif tol pada Agustus lalu telah naik, namun pendapatan tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Pasalnya, volume kendaraan yang lewat jalan tol CMNP menurun 0,5 persen akibat kenaikan BBM dan tarif tol.Untuk tahun 2006 laba bersih diperkirakan mencapai Rp 100 miliar dengan pendapatan yang tumbuh 10 persen. Kenaikan ini diharapkan dari berlakunya tarif tol penuh pada tahun depan dan volume kendaraan yang naik 0,5 persen.Perseroan menganggarkan biaya investasi atau capital expenditure (capex) tahun 2006 sebesar Rp 30-Rp 35 miliar yang digunakan untuk operasional rutin.
(ir/)











































