Asing Buru Antam, IHSG Naik 14,9 Poin

Asing Buru Antam, IHSG Naik 14,9 Poin

- detikFinance
Senin, 12 Des 2005 16:50 WIB
Jakarta - Naiknya harga emas dunia yang mencapai level US$ 534,3 per ons membuat saham Aneka Tambang (ANTM) menjadi pusat perburuan investor asing. Harga tersebut merupakan harga tertinggi dalam 24 tahun terakhir.Melejitnya saham Antam juga memicu kenaikan saham blue chip lainnya yang terus mengalami rally sejak pekan lalu.Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terangkat 14,939 poin, kembali menuju level psikologis baru 1.175,007. Sepanjang transaksi hari ini, indeks sempat meroket hingga 22 poin.Indeks LQ-45 naik 3,804 poin pada level 256,636, Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,126 poin pada level 203,572, Main Board Index (MBX) naik 4,277 poin pada level 323,077 dan Development Board Index (DBX) naik 2,162 poin pada level 228,805Perdagangan di pasar reguler berlangsung meriah dengan transaksi yang terjadi sebanyak 24.959 kali, pada volume 3.661.236 lot saham senilai Rp 1,529 triliun. Sebanyak 90 saham naik, 31 saham turun, dan 240 saham stagnan.Jawara top gainer yang merupakan saham-saham pencatat kenaikan harga tertinggi adalah, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 500 menjadi Rp 3.625, International Nickel Corporation (INCO) naik Rp 350 menjadi Rp 13.900, Astra Internasional (ASII) naik Rp 300 menjadi Rp 10.600, Telkom (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 6.000, dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 60 menjadi Rp 1.650.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Unilever (UNVR) turun Rp 75 menjadi Rp 4.300, Bank Permata (BNLI) turun Rp 20 menjadi Rp 650, Semen Cibinong (SMCB) turun Rp 10 menjadi Rp 510, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 10 menjadi Rp 770, dan Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) turun Rp 10 menjadi Rp 420.Edwin Sinaga dari Kuo Capital Raharja menilai, kenaikan IHSG yang dimotori saham pertambangan karena naiknya harga komoditas seperti emas.Pasar saham, menurutnya, masih dalam kondisi bullish time dengan beberapa faktor positif yang mendukungnya. Seperti antisipasi window dressing akhir tahun, optimisme kondisi makro ekonomi. "Asing juga masuk lagi di saham Telkom, Indosat dan Antam," ujarnya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads