Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 07 Apr 2020 18:45 WIB

Ini 'Alat' BI untuk Bikin Rupiah Kembali Kuat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
logo bank indonesia Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini mengalami penguatan. Bank Indonesia (BI) menyebut cadangan devisa Indonesia saat ini masih cukup untuk stabilisasi nilai rupiah hingga pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah.

Periode Maret 2020 cadangan devisa Indonesia tercatat US$ 121 miliar tergerus US$ 9,4 miliar dibandingkan periode Februari 2020 sebesar US$ 130,4 miliar.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, penurunan cadangan devisa ini karena pembayaran ULN pemerintah yang jatuh tempo dan memperkuat nilai rupiah.

Perry menjelaskan, selain cadangan devisa BI Masih memiliki sejumlah instrumen yang dapat digunakan untuk menstabilkan rupiah di kondisi tertentu.

"Kita punya secondline of defense, kalau diperlukan kami punya ini untuk jaga stabilitas rupiah. Ini jadi pilar penting bersama untuk memulihkan ekonomi ke depan," kata Perry dalam video conference, di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Perry menyebutkan ada bilateral swap antara BI dengan sejumlah bank sentral. Misalnya dengan bank sentral China sebesar US$ 30 miliar, bank sentral Jepang US$ 22,76 miliar, bank sentral Singapura US$ 7 - US$ 10 miliar dan Korea Selatan US$ 10 miliar.

Kemudian BI juga bekerja sama dengan The Federal Reserve untuk penyediaan fasilitas repurchase agreement line. Fasilitas ini dapat digunakan saat Indonesia membutuhkan likuiditas dolar AS.

Nilai kerja sama ini sebesar US$ 60 miliar. Repo line tersebut akan digunakan jika BI memerlukan tambahan likuiditas dolar AS.

"Ini memang tidak menambah cadangan devisa, tapi akan sangat membantu penyediaan kebutuhan dolar saat terjadi keketatan di global," ujarnya.

Dia menyebut The Fed hanya memberikan fasilitas repo line atau yang juga dikenal dengan foreign and international monetary authorities (FIMA) repo facility itu ke hanya ke sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Dalam konteks kita memerlukan likuiditas dolar itu tadi, sebagian dari cadangan devisa kita yang dalam bentuk sekuritas atau surat-surat berharga treasury dari AS, apakah obligasi, bisa digunakan untuk underlying untuk melakukan repo antara BI dengan Fed untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dolar tadi," kata dia.



Simak Video "Cadangan Devisa Indonesia Menggemuk di Januari"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com