Satu Lagi Emiten Melantai di Bursa Meski Pasar Modal Dihantui Corona

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 10 Apr 2020 09:00 WIB
PT Aesler Grup Internasional Tbk (Aesler) perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Foto: dok. Aesler
Jakarta -

Meskipun di tengah pandemi virus Corona (COVID-19), PT Aesler Grup Internasional Tbk (Aesler) tetap melanjutkan aksi korporasinya dalam mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan seremonialnya dilakukan secara virtual.

Pencatatan saham emiten yang diperdagangkan dengan kode RONY ini merupakan langkah terakhir dari proses pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham yang sudah dipersiapkan Aesler dalam beberapa bulan terakhir.

Melalui penawaran umum tersebut, Aesler menawarkan saham baru kepada publik sebanyak 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta) lembar saham atau setara dengan 20% jumlah modal ditempatkan dan disetor. Saham tersebut dikategorikan sebagai efek Syariah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Presiden Direktur, Jang Rony Yuwono mengatakan Aesler berhasil menghimpun dana sebesar Rp 25 miliar, sekitar 55%-nya akan digunakan untuk pembelian alat seperti komputer untuk real-time rendering dan mesin fit-out, sedangkan 45% sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

"Dengan adanya penambahan teknologi yang digunakan, kami berharap dapat bekerja dengan lebih cepat dan efisien walaupun kita dalam keadaan menghadapi pandemi global. Sehingga bisa menghasilkan pendapatan lima kali lebih besar dibandingkan periode sebelumnya sehingga bisa membuat dampak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan tetap ada perputaran ekonomi, juga turut membantu pemerintah," kata Jang Rony dalam keterangannya, Kamis (9/4/2020).

Jang Rony menambahkan, perusahaan membidik pertumbuhan pendapatan di akhir 2020 sebesar 67,40% dibandingkan dengan pendapatan pada akhir tahun 2019, dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 38,26%.

Target tersebut ditopang beberapa kontrak baru yang diperoleh Aesler dan juga terdapat tambahan pendapatan lain yang mulai ditekuni oleh Aesler setelah mendapatkan dana penawaran umum.

Jang Rony menyampaikan juga bahwa di tengah wabah pandemi ini perusahaannya justru mendapat kontrak baru karena ada beberapa perubahan yang terjadi dalam dunia perkantoran.

"Kita malah dapat kontrak-kontrak baru misalkan kantor kini banyak yang diperkecil dan dibuat ekosistem baru misalkan coworking space. Dan juga kini karena anjuran pemerintah perihal Work From Home, permintaan perihal konsep hunian juga bertambah," tutup dia.



Simak Video "Sebaran Kasus Aktif Corona RI Per 4 Oktober, Terbanyak di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)