IHSG Terus Naik 7,021 Poin
Selasa, 13 Des 2005 16:31 WIB
Jakarta - Meski sempat diwarnai aksi profit taking, namun pada menit terkahir perdagangan Selasa (13/12/20056) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali naik 7,021 poin pada level 1.182,028.Kenaikan indeks dimotori oleh saham Telkom yang akan meminta persetujuan buy back pada pekan depan. Penguatan indeks yang mulai terbatas ini karena investor mulai melakukan pembelian terbatas untuk antisipasi window dressing."Kalau rupiah juga terus menguat maka sampai akhir tahun indeks akan positif karena ini akan mengurangi rugi kurs emiten," kata analis Sinarmas, Alfiansyah, Selasa (13/12/2005).Menurut Alfian, mulai terbatasnya kenaikan IHSG karena investor juga mengantisipasi kenaikan bunga the Fed sehingga banyak yang memilih wait and see."Ekspektasi pasar The Fed tidak naik tapi kalau naik akan berdampak ke bursa regional dan Indonesia," ujarnya. Indeks LQ-45 naik 1,972 poin pada level 258,608, Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,564 poin pada level 204,136, Main Board Index (MBX) naik 2,209 poin pada level 325,286 dan Development Board Index (DBX) naik 0,146 poin pada level 228,951.Perdagangan di pasar reguler masih ramai dengan transaksi yang terjadi sebanyak 20.029 kali, pada volume 2.469.930 lot saham, senilai Rp 1,078 triliun. Sebanyak 64 saham naik, 52 saham turun dan 245 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 6.150, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 50 menjadi Rp 3.100, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 50 menjadi Rp 3.500, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 50 menjadi Rp 6.950 dan Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) naik Rp 25 menjadi Rp 445.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 menjadi Rp 10.300, Internasional Nickel Corporation (INCO) turun Rp 150 menjadi Rp 13.750, United Tractors (UNTR) turun Rp 125 menjadi Rp 3.700, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) turun Rp 50 menjadi Rp 3.100, dan Unilever (UNVR) turun Rp 25 menjadi Rp 4.275.
(ir/)











































