Rupiah Tertekan, IHSG Ditutup Anjlok 145 Poin ke 4.480

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 16 Apr 2020 15:45 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 16 poin menutup perdagangan terakhir sebelum libur panjang Lebaran. Transaksi dilantai bursa sudah mulai sepi karena investor sudah merasakan euforia libur panjang, Jumat (2/8/2013).
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup di zona merah. IHSG anjlok 145 poin (3,1%) ke level 4.480.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sore ini menguat ke level Rp 15.705.

Membuka perdagangan saham, IHSG dibuka di zona merah. IHSG berkurang 31 poin (0,6%) ke level 4.594. Angka ini terus turun hingga 70 poin (1,4%) ke 4.558. Sedangkan indeks LQ45 juga ikut turun 16 poin (2,3%) ke 679.

Hingga sesi I berakhir, IHSG melemah 145 poin (3,1%) ke level 4.480. Sedangkan indeks LQ45 turun 30 poin (4,4%) ke level 663.

Menutup sesi II, IHSG turun 145 poin (3,1%) ke level 4.480. Sedangkan indeks LQ45 melemah 31 poin (4,5%) ke 662.

Perdagangan saham ditransaksikan 579.634 kali dengan nilai Rp 6,5 triliun. Sebanyak 100 saham menguat, 308 saham turun, dan 126 saham stagnan.

Bursa saham US ditutup melemah setelah mengalami penurunan tajam pada sesi awal. Penurunan tesebut terjadi setelah data 1Q20 mulai rilis dan mulai tercermin dampak ekonomi dari lockdown yang dilakukan untuk menyelesaikan penyebaran Covid-19 di US. Namun, hingga saat ini belum ada banyak perubahan.

Investor pada hari ini akan berfokus pada data pengangguran. Bursa Asia dibuka melemah mengikuti pergerakan Wallstreet. Mengingatkan bahwa kinerja perusahaan di 1Q20 bisa sangat buruk. Volatilitas harga minyak juga mempengaruhi harga saham di negara berkembang.

Bursa Asia sore ini bergerak variatif. Berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 turun 259 poin ke 19.290
  • Indeks Hang Seng berkurang 138 poin ke 24.006
  • Indeks Shanghai menguat 8 poin ke 2.819
  • Indeks Strait Times bertambah 10 poin ke 2.616



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)