Garuda Beberkan 12 Jurus Bertahan Lawan Gempuran Corona

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 22 Apr 2020 14:32 WIB
Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi bandara terpadat di kawasan ASEAN dan pergerakan pesawat di bandara ini pun terus meningkat.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membeberkan 12 strategi untuk mengantisipasi dampak virus Corona (COVID-19) melebar kepada kinerja perusahaan. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), maskapai pelat merah tersebut membeberkan kondisi perusahaan makin terpuruk.

Apalagi, Garuda Indonesia memprediksi kondisi industri penerbangan akan semakin parah di bulan Mei-Juni mendatang akibat momen high season di mana penerbangan biasanya padat, namun masih diiringi pandemi virus Corona. Perseroan juga memprediksi tak akan ada penerbangan haji tahun 2020 ini.

Dalam menjaga keberlangsungan perusahaan, terdapat 2 aspek penting yakni keuangan dan operasional. Untuk aspek keuangan, Manajemen menyatakan cash flow merupakan hal yang paling penting untuk menjaga going concern Perusahaan.

"Garuda Indonesia mempunyai dua kategori biaya yang sangat berpengaruh terhadap pengeluaran kas yaitu biaya tetap yang meliputi biaya sewa pesawat, pegawai, administrasi kantor pusat dan kantor cabang, serta biaya variabel penerbangan yang meliputi biaya bahan bakar, kestasiunan, catering, navigasi dan tunjangan terbang bagi awak pesawat," tulis Manajemen Garuda yang dikutip detikcom, Rabu (22/4/2020).

Strategi perusahaan dari aspek keuangan meliputi:

1. Melakukan negosiasi dengan lessor untuk penundaan pembayaran sewa pesawat (lease holiday).
2. Memperpanjang masa sewa pesawat untuk mengurangi biaya sewa per bulan
3. Mengusahakan financing dari perbankan dalam dan luar ataupun pinjaman lainnya.
4. Menegosiasikan kewajiban Perseroan yang akan jatuh tempo dengan pihak ketiga.
5. Melakukan program efisiesi biaya kurang lebih 15-20% dari total biaya operasional dengan tetap memprioritas keselamatan dan keamanaan penerbangan dan pegawai serta layanan.
6. Mengajukan permohonan dukungan kepada Pemerintah selaku Pemegang Saham Perseroan.


Lalu, aspek operasional juga sama pentingnya karena pendapatan penumpang berkontribusi lebih dari 80% dari total pendapatan Garuda Indonesia. Strategi perusahan dari aspek operasional meliputi:

1. mengoptimalkan frekuensi dan kapasitas penerbangan baik penerbangan domestik maupun internasional
2. Mengoptimalkan layanan kargo dan aktif mendukung upaya-upaya pemerintah khususnya yang terkait dengan penanganan COVID-19 melalui pengangkutan bantuan kemanusiaan, APD, obat-obatan, alat kesehatan.
3. Menutup rute-rute yang tidak menghasilkan profit
4. Mengoptimalkan layanan charter pesawat untuk evakuasi WNI yang berada di luar negeri serta membantu proses pemulangan WNA untuk kembali ke negara masing-masing dan layanan charter untuk pengangkutan kargo.
5. Menunda kedatangan 4 pesawat Airbus A 330 - 900 di tahun 2020.
6. Mengembangkan internasional hub (Amsterdam dan Jepang) agar layanan Garuda Indonesia menjangkau seluruh dunia dengan mengoptimalkan layanan interline.



Simak Video "Tambah 3.989, Total Kasus Positif Covid-19 di RI Jadi 244.676"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)