Garuda Mau Lepas Pesawat Sewaan Biar Selamat dari Corona

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2020 13:39 WIB
Infografis Perjalanan Laporan Keuangan Garuda
Foto: Tim Infografis: Mindra Purnomo
Jakarta -

PT Garuda Indonesia (Persero) mulai membuka dialog untuk negosiasi ulang soal pesawat leasing alias sewaan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengembalikan pesawat yang disewakan.

Awalnya, Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa pihaknya pertama kali akan melakukan negosiasi dengan pihak Boeing untuk menurunkan biaya sewa pesawat. Salah satunya untuk pesawat tipe 777.

"Kami juga melakukan negosiasi di tengah kondisi COVID pada rekonstruksi sewa menyewa pesawat. Kita temui sewa pesawat kita terlalu tinggi untuk (Boeing) 777 saja US$ 1,6 juta bayarnya," kata Irfan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (29/4/2020).

Menurutnya, harga pasaran Boeing 777 sekarang sudah lebih murah. Kemudian, dia membandingkan kalau uang sewa tidak turun sama saja seperti membayar dua kali lipat harga pesawat tersebut.

"Kita nego karena ini terlalu mahal, hari ini harga pasarannya bisa US$ 800 ribu, kita punya 10 basically bayar 2 kali lipat," jelas Irfan.

Kemudian, Irfan mengatakan opsi pengembalian pesawat sewaan akan dilakukan untuk pesawat Bombardier CJR-1000. Pasalnya, kini sudah bisa diterbangkan dan hanya dikandangkan alias grounded.

Sementara itu ongkos untuk mengandangkan pesawat ini dinilai sangat besar dan membebani perusahaan. Untuk itu saat negosiasi pihaknya akan mengikhlaskan pesawat ini untuk dikembalikan ke penyewanya.

"Kita juga ada pengembalian CRJ yang kita grounded, ongkos kita grounded ini setahun US$ 50 juta. Ini waktu terbaik negosiasi sewa pesawat kita, kita minta pesawat tersebut diambil aja," ungkap Irfan.

"Jadi kita punya fleet dan konfigurasi lebih pas," katanya.

Negosiasi-negosiasi ini dilakukan pasalnya kini Garuda Indonesia dihadapkan hutang jatuh tempo sebesar US$ 500 juta. Utang ini akan jatuh tempo pada Juni 2020.

"Kita mau relaksasi keuangan, karena kita ini punya sedikit masalah, Juni ini jatuh tempo US$ 500 juta," kata Irfan.



Simak Video "Kasus Corona di Indonesia Tambah 3.448, Total Jadi 1.731.652"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)