Investasi 2005 Tumbuh 88,02 Persen
Kamis, 15 Des 2005 22:08 WIB
Denpasar - Investasi Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanam Modal Asing (PMA) tahun 2005 mengalami kemajuan. Total realisasi investasi mengalami pertumbuhan 88,02 persen dari US$ 6,2 miliar tahun 2004 menjadi US$ 11,66 miliar pada periode yang sama Januari-Desember. Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhamad Lutfi dalam jumpa pers di sela-sela acara Forum Investasi Indonesia 2005 di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (15/12/2005). Lutfi mengatakan, dari US$ 11,66 miliar, realisasi investasi PMDN mengalamipertumbuhan 86,11 persen dari US$ 1,6 miliar tahun 2004 menjadi US$ 2,98 miliar 2005. Sementara PMA tumbuh 88,69 persen dari US$ 4,6 miliar tahun 2004 menjadi US$ 8,68 miliar 2005. Industri yang diminati oleh PMDN adalah industri kertas dan percetakan, makanan, konstruksi, tanamana pangan dan perkebunan dan Industri dan farmasi. Sementara PMA adalah industri transportasi, gudang dan komunikasi, industri kimia dan farmasi, konstruksi, industri makanan, industri logam, mesin dan elektronik. Lima besar daerah realisasi investasi PMDN adalah provinsi Riau, Jawa timur, Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Lima besar PMA yang masuk ke Indonesia adalah Singapura sebesar US$ 2.13 (98proyek), Inggris US$ 1.263 (66 proyek), Jepang US$1.087 (135 proyek), Mauritius US$ 943,86 (11 proyek), dan Belanda US$ 917,81 (30 proyek). Total realisasi penciptaan lapangan kerja total 252.557 orang, dimana PMDN 180.063 orang, dan PMA 144.494 orang. Lutfi mengatakan, rencana investasi antara periode Januari-Desember 2005 dengan Januari-Desember 2004 sangat sehat. Total rencana investasi tumbuh sebesar 15 persen, dengan sebesar US$ 17,27 miliar 2005 dari US$ 15,03 miliar 2004. Dimana, PMDN tumbuh 11,38 persen dari US$ 4,64 miliar 2004 menjadi US$ 5,15 miliar sementara PMA tumbuh 17 persen dari US$ 10,39 miliar 2004 menjadi US$ 12,12 miliar 2004. Data tersebut dikeluarkan BKPM 14 Desember 2005. Lutfi memprediksi akan adaperubahan pada akhir tahun 2005 sebesar tiga persen.
(ton/)











































