Tunas Baru Lampung Ekspansi Lahan Sawit Rp 590 Miliar

Tunas Baru Lampung Ekspansi Lahan Sawit Rp 590 Miliar

- detikFinance
Senin, 19 Des 2005 17:26 WIB
Jakarta - Perusahaan perkebunan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) berencana melakukan ekspansi perluasan lahan kebun kelapa sawit seluas 29,5 ribu hektar di Sumatera Selatan dalam kurun waktu 3-4 tahun mendatang. Nilai investasi yang akan dilakukan secara bertahap itu diperkirakan mencapai Rp 590 miliar. Rencana ekspansi ini terdiri dari dua area yang berbeda yakni 20 ribu hektar terdiri dari 10 ribu hektar inti dan 10 ribu hektar plasma dan di desa lainnya seluas 9.500 hektar terdiri dari 6 ribu hektar inti dan 3.500 hektar plasma. "Hingga saat ini kita sudah melakukan ganti rugi kepada para penggarap seluas 3.300 hektar untuk inti. Diharapkan sekitar 10 hektar inti sudah bisa dibebaskan," kata Wakil Direktur Utama Tunas Baru Sudarmo Tasmin dalam paparan publik di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Senin (19/12/2005). Saat ini perseroan memiliki cadangan lahan seluas 61.599 hektar di Palembang. Dari total lahan tersebut seluas 38.700 hektar sudah ditanami yang terdiri dari 35.000 hektar kelapa sawit dan 3.300 hektar pohon kelapa. Pada tahun depan, perseroan menargetkan perluasan kebun kelapa sawit seluas 5.500 hektar inti dan 1.000 hektar plasma. Sampai akhir tahun 2005, Tunas Baru Lampung memproyeksikan penjualan sebesar Rp 1,5 triliun. Proyeksi penjualan ini didasarkan pada asumsi harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di kisaran US$ 420 per ton.Hingga September 2005, penjualan perseroan telah mencapai Rp 908,399 miliar. Dari total penjualan ini ekspor hingga kuartal ketiga 2005 ini mencapai US$ 70,5 juta dibanding periode sama tahun lalu US$ 66,3 juta. Kendati penjualan mengalami kenaikan, laba bersih perseroan justru menurun. Diperkirakan laba bersih akhir tahun ini hanya mencapai setengah dari laba bersih 2004 sebesar Rp 16,456 miliar. Hal ini karena perseroan mengalami tekanan rugi selisih kurs akibat utang dolar AS maupun tekanan beban bunga utang obligasi. Sampai September 2005, perseroan memiliki utang sebesar US$ 13,4 juta dari jumlah semula US$ 40 juta. Penurunan utang ini seiring dengan adanya percepatan pembayaran sebesar US$ 10,85 juta dari hasil dana penerbitan obligasi Tunas Baru Lampung I tahun 2004 sebesar Rp 300 miliar. Hingga akhir tahun ini sisa pinjaman ini diharapkan tinggal mencapai US$ 12,4 juta. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads