Kalbe Prediksi Dampak Terburuk Corona Baru Terasa di Kuartal II-2020

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 18 Mei 2020 19:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

PT Kalbe Farma (Tbk) memprediksi dampak virus Corona (COVID-19) ke perseroan bakal terasa pada kuartal II-2020 ini. Pasalnya, pada laporan keuangan kuartal I-2020, emiten berkode saham KLBF ini masih mencatat pertumbuhan positif 8% dengan bottom line 12%. Penurunan di kuartal II-2020 ini mulai terlihat karena dampak dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat penjualan merosot.

"Kami perkirakan kuartal kedua, dampaknya mulai terasa karena dari data lapangan menunjukkan jumlah pasien regular ada penurunan dan mobilitas konsumen relatif terbatas," ujar Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius melalui telekonferensi, Senin (18/5/2020).

Hal serupa juga diperkuat Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bernadus Karmin Winata, bahkan pertumbuhan keuangan perseroan diramal bisa tumbuh negatif. Prediksi itu mungkin sebab sejumlah data lapangan mulai mengalami penurunan seperti penurunan jumlah pasien reguler di rumah sakit. Selain itu, terbatasnya aktivitas konsumen juga membuat penjualan produk makanan dan minuman kesehatan melemah.

Bernadus melihat, COVID-19 ini bisa memunculkan berbagai skenario. Namun, perusahaan tidak dapat memastikan satu skenario yang pasti terjadi karena belum ada kejelasan kapan berakhirnya pandemi tersebut.

"Kami perkirakan di kuartal kedua mulai terasa dan memang skenario jeleknya bisa negatif. Jadi kami selalu memonitor dan waspada terhadap keadaan pasar," ucap Bernadus.

Perseroan, katanya tetap melakukan monitoring terhadap pergerakan barang di pasar. Ini mencakup daerah mana saja yang bergerak dan daerah mana yang terbatas.

Untuk lebih mendorong penjualan di tengah pandemi ini, Bernadus menyabut Kalbe saat ini sedang memanfaatkan platform digital yang bisa menyasar langsung konsumen ke rumah-rumah. Menurut Bernadus platform digital cukup efektif mendekatkan produk Kalbe ke masyarat.

"Respon dari konsumen positif, baik di kota maupun daerah lain. Ini yang kami kerjakan terus supaya dampak COVID-19 bisa diminimalisir," kata Bernadus.


Selain itu, perusahaan juga menambah jumlah barang yang akan dijual seperti vitamin, suplemen, herbal, jamu, produk dan alat kesehatan. Hal ini karena menurut perusahaan telah terjadi peralihan kombinasi dari penggunaan vitamin ke suplemen herbal, sehingga produk tersebut saat ini lebih laris dipasaran.



Simak Video "Penggunaan Massal Vaksin GX19 Diprediksi di Agustus 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)