Sierad Produce Jual Wendy's dan Hartz Chicken

Sierad Produce Jual Wendy's dan Hartz Chicken

- detikFinance
Rabu, 21 Des 2005 09:45 WIB
Jakarta - PT Sierad Produce Tbk (SIPD) dalam waktu dekat ini akan menjual dua anak perusahannya yakni PT Biotek Indonesia yang bergerak di obat-obatan ternak ayam dan PT Wendy Citrasa yang bergerak di bidang restoran makanan siap saji Wendy's.Dari penjualan tersebut perseroan berharap akan mendapatkan dana segar antara Rp 40 miliar sampai Rp 50 miliar. "Penjualan PT Wendy diharapkan awal 2006, sedangkan PT Biotek pada kuartal pertama 2006," kata Direktur PT Sierad Produce Awi Tantra dalam paparan publik di BEJ, Selasa (20/12/05). Menurut Awi, penjualan kedua anak perusahaan tersebut dilakukan dalam rangka efisiensi. PT Wendy bergerak di bidang restoran makanan siap saji dan PT Biotek bidang obat-obatan ternak ayam dikatakan sudah lama merugi. Awi mengatakan, penjualan PT Wendy masih dalam proses due dilligent dan harus disetujui oleh Wendys Internasional sebagai prinsipal atau pemegang lisensi utama restoran Wendy's. Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Sierad Produce Eko Sandjodjo mengatakan, saat ini sudah ada investor yang berminat terhadap dua anak perusahaan tersebut. Menurutnya dengan dilakukannya penjualan tersebut, perseroan bisa menghemat biaya operasional hingga Rp 700 juta per bulan. Selain dua perusahaan tersebut, Eko juga mengatakan akan menjual seluruh anak usahanya yang bergerak di luar bisnis intinya. Perusahaan lainnya yang akan dijual antara lain PT Sierad Pangan yang mengelola restoran Hartz Chicken dan unit usaha makanan ternak (feedmill) di Lampung. "Untuk unit usaha feedmill ini nilai appraisal-nya sekitar Rp 70 miliar. kami tidak make money dalam penjualan anak perusahaan tersebut, yang penting bisa mengurangi beban perseroan," katanya. Selain menjual anak perusahaan untuk efisiensi biaya dan konsolidasi, Sierad Produce juga melakukanPHK karyawan sebanyak 1.500 orang dalam dua bulan belakangan ini. "Langkah PHK ini akan dapat menghemat biaya gaji sekitar Rp 2,5 miliar per bulan," kata Eko. Sampai September 2005, penjualan perseroan mencapai Rp 1,11 triliun dengan rugi bersih Rp 33,8 miliar. Sampai akhir tahun ini diperkirakan perseroan masih menderita rugi. Namun untuk tahun depan perseroan memproyeksikan bisa memperoleh laba positif dan diharapkan pada 2007 sudah dapat membagikan dividen. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads