Butuh Waktu Satu Tahun Pulihkan Pasar Saham

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 28 Mei 2020 11:21 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Survei Millionaire CNBC menyebutkan dibutuhkan waktu kira-kira satu tahun atau lebih agar harga saham kembali normal. Apalagi dengan tekanan pandemi COVID-19 yang menyebabkan harga saham merosot ke posisi terendah pada Maret membuat banyak investor pesimis adanya pemulihan yang cepat.

Mayoritas investor yang disurvei menyebut indeks S&P 500 akan masih akan mengalami tekanan hingga akhir tahun ini. Survei ini melibatkan 750 investor yang memiliki aset US$ 1 juta pada setiap investasinya.

Dua pertiga investor menyebut dibutuhkan waktu selama satu tahun untuk pasar saham agar bisa kembali ke puncak tertinggi. Namun investor lain menyebut pemulihan ini bisa terjadi lebih dari dua tahun.

Direktur pelaksana Spectrem Group Catherine McBreen menjelaskan saat ini para pelaku pasar cenderung berhati-hati. "Bukan hanya resesi yang mereka khawatirkan tetapi juga pemilu AS pada November juga bahan pertimbangan. Mereka saat ini lebih berhati-hati," kata McBreen dikutip dari CNBC, Kamis (28/5/2020).

Dia mengatakan survei juga menyebut jika para investor nantinya hanya akan menginvestasikan sepertiga uangnya ke dalam saham. Sisanya dalam bentuk tunai yang lebih aman.

Investasi yang dipilih pun lebih konservatif misalnya pendapatan tetap, instrumen lindung nilai hingga ke sektor kesehatan, teknologi dan keuangan. Hanya sedikit yang berencana menginvestasikan uangnya ke sektor energi dan industri.



Simak Video "Buntut Corona, SoftBank Jual 198 Juta Lembar Saham"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)