Trump Pantau Ketat Perusahaan China yang Masuk Bursa AS

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 30 Mei 2020 11:15 WIB
Presiden AS Donald Trump dorong acara tahunan G7 sebagai tanda normalisasi (AFP Photo/Pool)
Foto: Presiden AS Donald Trump dorong acara tahunan G7 sebagai tanda normalisasi (AFP Photo/Pool)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkaji skema perlindungan warga AS dari risiko berinvestasi di perusahaan China. Dalam pidatonya Trump menyebut hal ini dilakukan agar perusahaan China patuh terhadap peraturan akuntansi dan keterbukaan informasi di AS.

"Akan ada perlakuan berbeda untuk perusahaan China yang melantai di bursa AS," ujar Trump dikutip dari Reuters, Sabtu (30/5/2020).

Trump menyampaikan dalam setiap investasi seharusnya tidak ada risiko tersembunyi. Oleh sebab itu dibutuhkan transparansi yang jelas.

"Perusahaan investasi seharusnya tidak ada risiko yang disembunyikan harus adil dan transparan," jelasnya.


Trump menjelaskan kelompok kerja yang mengkaji kebijakan tersebut adalah Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Chairman Federal Reserve Jerome Powell, Federal Reserve Bank Presiden New York John Williams, Ketua Securities and Exchange Jay Clayton dan regulator lainnya.

Langkah ini dilakukan karena pemerintah AS mulai memperluas perdagangan dan meningkatkan pertempuran di bidang teknologi dengan China. Hubungan kedua negara ini memang makin memburuk, apalagi setelah AS menuding China yang menyebarkan COVID-19 ini.

Pemerintah AS juga berencana untuk melacak indeks perusahaan China yang tak patuh aturan. Senat AS juga telah mengeluarkan undang-undang pada Mei untuk mencegah perusahaan China yang ingin melantai di bursa, kecuali telah mengikuti standar audit dan peraturan AS.



Simak Video "WHO Ngarep Rujuk dengan Amerika Serikat"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)