Gagal Go Private, BEJ Sarankan Aqua Stock Split
Kamis, 22 Des 2005 10:13 WIB
Jakarta - Bursa Efek Jakarta (BEJ) menyarankan kepada PT Aqua Golden Mississippi Tbk (Aqua) melakukan pemecahan sahamnya alias stock split, sehubungan dengan gagalnya rencana go private.Stock split dinilai akan membuat likuiditas saham Aqua bertambah dan tidak tertutup kemungkinan menjadi saham blue chip."Kami menyarankan agar Aqua melakukan stock split saja. Terakhir harga saham Aqua kan di sekitar Rp 49 ribu per saham, dipecah 50 kali pun harganya masih di Rp 1.200-an," kata Dirut BEJ Erry Firmansyah di Gedung BEJ, Kamis (22/12/2005).Saham Aqua hingga kini masih dihentikan perdagangan sahamnya (suspensi) di lantai bursa. Otoritas BEJ belum akan mencabut suspensi, karena masih menunggu laporan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB)."Setelah laporan sampai ke BEJ, kami akan pelajari dulu. Kemudian baru bisa dibuka suspensinya. Mudah-mudahan dalam pekan depan sudah bisa dibuka kalau tidak ada apa-apa," tambah Erry.Erry memperkirakan, setelah saham Aqua kembali diperdagangkan, terbuka peluang harganya mencapai Rp 60.000 per saham. Pasalnya, saham tersebut pernah ditawar Rp 100.000 per saham.Untuk diketahui, rencana Aqua untuk go private telah ditolak pemegang saham independen pada RUPSLB 20 Desember lalu. Kegagalan ini adalah yang kedua kalinya, setelah pada tahun 2001 rencana go private juga ditolak pemegang saham.Sementara Dirut Aqua, Willy Sidharta mengatakan, dengan gagalnya persetujuan go private ini maka Aqua akan tetap menjadi perusahaan publik.Willy juga mengaku, pihaknya kapok melaksanakan program go private lagi pada tahun-tahun mendatang karena terlalu menguras energi.Aqua sedang memikirkan langkah lain untuk membeli saham publik yang sebesar 6,4 persen, misalnya dengan cara voluntary tender offer.Menurut Willy, pihak Tirta Investama sebagai pemegang saham mayoritas, hanya menganggarkan dana sekitar Rp 90 miliar untuk rencana buy back.Jika biaya buy back di atas Rp 90 miliar, maka perseroan memilih untuk melakukan investasi lain seperti pendirian pabrik baru.Willy menjelaskan, dengan gagalnya persetujuan go private, maka rencana konsolidasi alias merger antara Tirta Investama dan Aqua tidak akan berjalan. Pemilik mayoritas saham Tirta Investama adalah Danone, perusahaan makanan kelas dunia asal Prancis.
(ir/)











































