IHSG Mulai Hijau Lagi, Begini Analisis OJK

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2020 15:28 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tren penguatan. Ini berbeda dengan saat kondisi awal pandemi COVID-19 yang membuat IHSG terus melorot.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan tekanan akibat COVID-19 membuat pasar modal mengalami guncangan.

"Indeks kita yang tadinya di atas 6.000 turun drastis sampai drop bahkan pernah di bawah 4.500. Sentimen negatif ini memang terjadi di awal," kata Wimboh dalam video conference, Kamis (4/6/2020).



Dia mengungkapkan untuk mengatasi hal tersebut OJK sudah mengeluarkan berbagai macam kebijakan agar penurunan tidak terlalu drastis.

Misalnya dengan memperpendek rentang auto rejection dan mengizinkan emiten membeli kembali saham di pasar tanpa melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS).

"Ini semua bukan berarti menghindarkan, tetapi agar tensinya tidak terlalu tinggi dan penurunan tidak terlalu dalam," jelas dia.

Menurut Wimboh saat ini sentimen positif sudah mulai kembali dan IHSG kembali hijau.

"Bahkan indeks hijau. Ini karena apa? Karena kami sudah menelurkan berbagai kebijakan, sehingga direspons positif. Artinya yakin ada skenario untuk sektor riil meminimalkan dampak COVID-19 ini," ujarnya.



Simak Video "Data Nasabah KreditPlus Bocor dan Dijual, Begini Respons OJK"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)