Kesulitan Bahan Baku
Barito Akhirnya Jual PT Tunggal
Kamis, 22 Des 2005 14:11 WIB
Jakarta - Perusahaan kayu PT Barito Pacific Timber Tbk (BRPT) akhirnya menjual seluruh kepemilikan sahamnya di anak usaha PT Tunggal Yudi Sawmill Plywood (TYSP), yang sempat berhenti operasi karena kesulitan bahan baku.Barito telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat dengan PT Haluan Mitra Abadi pada 20 Desember 2005, sebagai calon pembeli saham TYSP.Demikian diungkapkan oleh Dirut Barito, Anton BS Hudayana dalam laporannya ke Bursa Efek Surabaya (BES), Kamis (22/12/2005).Jumlah saham yang dijual Barito sebanyak 99,99 persen atau 79.999.999 saham. Jual beli saham tersebut akan dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).Sebelumnya, pada 16 November lalu, manajemen Barito mengaku, anak usahanya yang berlokasi di Samarinda ini, masih belum dapat beroperasi karena kesulitan pasokan bahan baku.TYSP yang bergerak di bidang industri pengolahan kayu, berhenti beroperasi sejak awal Juli 2005. Kegiatan yang dihentikan meliputi proses produksi mulai dari bahan baku hingga barang jadi (plywood). Untuk menutupi kekurangan produksi Barito Pacific, akibat tersendatnya operasional TYSP, perseroan mengoptimalkan produksinya di fasilitas-fasilitas lain. Termasuk, dua fasilitas produksi yang berada di kawasan Indonesia Timur yaitu PT Mangola Timber Producers dan PT Tunggal Agathis Indah Wood Industries, karena di wilayah tersebut pasokan bahan bakunya relatif stabil.PHKSetelah itu perseroan juga mengumumkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan di TYSP. Keputusan ini dilakukan untuk mengurangi beban perusahaan terkait masih terhentinya produksi di perusahaan itu. Namun saat itu perusahaan tidak merinci berapa jumlah karyawan yang di PHK tersebut.
(ir/)











































