Bos BI Yakin Rupiah Masih Bisa 'Ngegas' Lagi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 05 Jun 2020 15:10 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wrjiyo
Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wrjiyo (istimewa/BI)
Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat terus mengalami penguatan. Saat ini dolar AS sudah berada di level Rp 13.000an.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan nilai tukar rupiah hari ini berada di posisi Rp 13.855 untuk bid dan Rp 13.960 untuk over dan terus menunjukkan penguatan.

"Alhamdulillah sore ini sudah tembus di bawah Rp 14.000 terus menguat sejalan dengan pandangan kami. Tapi dalam pandangan kami masih undervalued, ke depan masih berpotensi menguat," kata Perry dalam video conference, Jumat (5/6/2020).

Dia menjelaskan hal ini karena inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang rendah dan perbedaan suku bunga di dalam maupun di luar negeri.

Berdasarkan data Reuters dolar AS tercatat melemah ke posisi Rp 13.823 dan membuat rupiah perkasa. Padahal sejak diumumkan adanya pasien positif COVID-19 di Indonesia, rupiah sempat gonjang-ganjing hingga dan dolar AS menuju ke level Rp 16.000an hingga diprediksi menyentuh Rp 17.000.

Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto mengungkapkan penguatan yang terjadi pada rupiah terhadap dolar AS ini karena pasar merespon positif kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Misalnya kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan dan regulator keuangan.

"Sejak adanya guidance policy dari BI untuk pemulihan ekonomi pasar merespon positif," kata Ryan.

Dia menyebutkan 60% faktor yang membuat rupiah menguat adalah dari dalam negeri. Sedangkan sisanya 40% sentimen negatif dari Amerika Serikat (AS) sehingga membawa aliran modal asing masuk ke emerging country.



Simak Video "Masih 'Ngamuk' Dolar AS Naik ke Level Rp 14.450"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)