Indosat Siap Lunasi Utang Obligasi 2006

Indosat Siap Lunasi Utang Obligasi 2006

- detikFinance
Kamis, 22 Des 2005 17:48 WIB
Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) sudah menyiapkan dana untuk pelunasan utang obligasi pertama yang diterbitkan tahun 2001 senilai Rp 1 triliun yang jatuh tempo pada 12 April 2006.Obligasi I Indosat tahun 2001 ini telah berkurang jumlahnya karena pada 16 September 2005, perseroan melakukan pembelian kembali (buy back) obligasi senilai Rp 48,5 miliar.Sehingga obligasi pertama tahun 2001 yang tersisa tinggal Rp 951,5 miliar, terdiri dari Seri A senilai Rp 778,7 miliar dan Seri B sebesar Rp 172,8 miliar."Tahun depan kita akan bayar obligasi rupiah pertama senilai Rp 1 triliun, dananya dari internal," kata Hasnul Suhaimi, Dirut PT Indosat Tbk, usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di kantor Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (22/12/2005).Untuk tahun 2006, Indosat menganggarkan biaya investasi (capital expenditure/capex) sebesar Rp 6,7 triliun. Dana capex ini berasal dari kas internal dan hasil penerbitan obligasi dolar tahun 2005.Alokasi dana capex sebesar 80 persen untuk seluler dan sisanya digunakan sebagai pengembangan Starone, informasi dan teknologi, serta backbone.Hasnul menjelaskan, pada tahun 2006-2007 diharapkan arus kas Indosat makin positif. Sehingga bisa mencukupi keperluan investasi dan tidak perlu mencari tambahan dana dari pasar.Sementara untuk rata-rata pemakaian pulsa per unit atau average revenue per unit (ARPU) tahun 2006 diperkirakan penurunannya tidak sebanyak tahun 2005.Pada tahun ini ARPU mengalami penurunan sebesar 20 persen dibanding tahun 2004 yang sebesar Rp 92 ribu.Jumlah pelanggan tahun 2005 ditargetkan mencapai 14,5 juta konsumen. Sedangkan tahun depan diperkirakan bertambah 3-4 juta dengan asumsi tidak ada pengurangan jumlah pelanggan.Pasalnya, kebijakan registrasi prabayar akan menurunkan pelanggan 15-20 persen. Penurunan itu karena pembeli kartu perdana tidak mengisi ulang pulsanya lagi.Sementara dalam RUPSLB tadi diputuskan pengangkatan wakil direktur utama yang baru Kaizad B Heerjee, menggantikan Ng Eng Ho yang kembali ditarik ke Singapura.Pergantian wadirut itu, ungkap Hasnul, diajukan oleh Singapore Technologies Telemedia (STT) yang merupakan pemegang saham mayoritas Indosat.Kaizad yang sudah berpengalaman menangani seluler di Singapura diharapkan akan membantu pengembangan seluler Indosat di Indonesia. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads