Bapepam Minta BEJ dan BES Tak Persulit Rencana Merger
Senin, 26 Des 2005 15:02 WIB
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) minta kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) tidak membuat program-program yang akan mempersulit rencana merger. Kedua otoritas bursa ini diminta membuat program yang terintegrasi."Paling tidak kita minta supaya jangan membuat hal-hal yang mempersulit merger. Misalnya masing-masing mengembangkan lagi kegiatan seperti IT sendiri-sendiri," kata Ketua Bapepam Darmin Nasution.Hal itu disampaikannya saat ditemui wartawan di kantornya, Jalan DR Wahidin, Jakarta, Senin (26/12/2005).Namun demikian, lanjut Darmin, bukan berarti kedua institusi pasar modal itu tidak diperbolehkan membuat program baru. "Bisa saja, asal jangan mempersulit mergernya. Jangan pula masing-masing keluar dana yang dobel-dobel untuk bikin program itu," tambahnya.Menurut Darmin, rencana merger BES dan BEJ sebenarnya sudah dimuat dalam master plan. "Di situ sudah tertulis paling lambat tahun 2008," tambahnya.Dirut BEJ Erry Firmansyah sebelumnya berharap merger BEJ dan BES bisa dipercepat, karena merger bisa membuat bursa di Indonesia lebih efisien. Menurut Darmin, percepatan merger tersebut bisa saja dilakukan. Namun sayangnya Darmin tidak menyebutkan kapan merger bisa dipercepat.Paparkan Capaian BapepamMengenai sejumlah penyelidikan yang sudah dilakukan Bapepam, Darmin mengungkapkan, pihaknya akan memberikan penjelasan seluruh kasus yang ditangani pada tanggal 29 Desember. "Nanti kita akan ada penjelasan tanggal 29, yang belum selesai dan sudah selesai akan dipaparkan," ungkap Darmin.
(qom/)











































