U Finance Akan Catatkan Obligasi Ritel Pertama Selasa

U Finance Akan Catatkan Obligasi Ritel Pertama Selasa

- detikFinance
Senin, 26 Des 2005 15:46 WIB
Jakarta - U Finance akan menjadi emiten yang pertama kali mencatatkan obligasi ritelnya di Bursa Efek Surabaya (BES). Obligasi ritel U Finance Indonesia I tahun 2005 akan mulai diperdagangkan di BES pada Selasa, 27 Desember 2005.Menurut siaran pers dari BES, Senin (26/12/2005), obligasi dengan kode UFIN01 itu dapat diperdagangkan melalui sistem perdagangan obligasi BES antara lain FITS (Fixed Income Trading System). Penerbitan obligasi ritel UFIN01 ini menunjukkan animo masyarakat yang sangat tinggi, dilihat dari penawaran perdana yang fully subscribed. Komposisi investor perorangan adalah 56 orang dengan nilai Rp 11,51 miliar (23,01%) dan investor institusi sejumlah 7 perusahaan dengan nilai Rp 38,49 miliar (76,99%).Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), berjangka waktu 18 bulan dengan tingkat bunga tetap sebesar 19 persen pertahun. Jumlah Pokok Obligasi adalah sebesar Rp 50 miliar yang dijamin penawarannya secara kesanggupan penuh, dan memperoleh peringkat idBBB+ (Triple B Plus, Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).Obligasi ini ditawarkan 100 persen dari jumlah pokok Obligasi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan takwim. Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada tanggal 23 Maret 2006 sedangkan pembayaran bunga terakhir adalah pada tanggal 23 Juni 2007.Obligasi ini akan dijamin dengan jaminan fidusia berupa Piutang Lancar yang umur tunggakannya tidak lebih dari 90 hari, sekurang-kurangnya sebesar 120 persen dari nilai Pokok Obligasi Terhutang.Penjamin Pelaksana Emisi Efek adalah PT Nikko Securities Indonesia, didukung oleh Penjamin Emisi Efek PT Victoria Sekuritas Tbk. dan sebagai Wali Amanat adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.Dengan dicatatkannya obligasi ritel ini, diharapkan dapat memperluas basis investor individu untuk dapat berinvestasi di obligasi ritel dan kedepannya BES juga tengah mempersiapkan untuk pengembangan SUN ritel bekerjasama dengan DPSUN dan Bapepam. Dirut BES Bastian Purnama mengatakan, untuk surat utang negara (SUN) ritel diharapkan bisa berjalan pada awal tahun 2006. Ia berharap Menkeu Sri Mulyani memberi perhatian khusus untuk SUN ritel ini. "SUN ritel Kalau tidak Januari ya, Februari. Ini juga concern Menkeu yang baru yang ingin perdagangan SUN dibenahi. Kalau sun ritel tujuannya pemerataan kepemilikan," kata Bastian kepada detikcom. Menurut Bastian, untuk SUN ritel sudah keluar peraturannya yakni KMK No. 447. "Semuatransaksi SUN retail itu di bursa. Kalau tidak transparan kemana mereka mau jual. belinya gampang, kalau tidak ada pasarnya dimana mereka mau jual," tambahnya. "Kedua, pemerintah membaginya menjadi dua, ritel dan whole seller. Yang whole seller silahkan OTC, tapi lapor ke bursa, supaya likuid," papar Bastian. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads