Bursa Asia Kompak Merosot, Sentimen Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2020 10:15 WIB
Imbas Virus Corona yang merebak dan menelan ratusan korban jiwa kini mulai menggoyang ekonomi China dan beberapa negara di Asia seperti Jepang. Pasar saham China pun ambruk sejak pembukaan perdagangan.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Saham-saham di Asia Pasifik merosot tajam pada perdagangan Kamis pagi ini. Hal ini terjadi setelah International Monetary Fund (IMF) memangkas prediksi ekonominya lagi pada Rabu (24/6).

Kini, IMF memperkirakan ekonomi akan mengalami kontraksi hingga 4,9% dalam produk domestik bruto global pada tahun 2020. Prediksi ini makin rendah dari penurunan yang cuma 3% yang diperkirakan pada bulan April.

"Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang lebih negatif pada aktivitas pada paruh pertama 2020 daripada yang diperkirakan, dan pemulihan diproyeksikan lebih bertahap dari perkiraan sebelumnya," kata IMF dalam pembaruan World Economic Outlook, dikutip dari CNBC, Kamis (25/6/2020).

Akibat dari pemotongan prediksi dari IMF, sederet indeks di Asia Pasifik pun kena imbasnya. Indeks Kospi dari Korea Selatan menjadi yang paling tinggi kerugiannya di antara pasar utama Asia Pasifik. Kospi tercatat mengalami penurunan hingga 1,68%.

Sementara itu, Nikkei 225 di Jepang tergelincir 0,96%. Lalu indeks Topix yang juga berada di negeri samurai ini turun 0,98%.

Saham di Australia juga menurun, dengan S&P/ASX 200 jatuh 1,34%. Kemudian di Asean, indeks Straits Times di Singapura turun 1,37%.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,58% lebih rendah. Sementara itu pasar di China dan Hong Kong belum diketahui perkembangannya, pasalnya pasar ditutup karena libur di hari Kamis.

Sementara di Indonesia sendiri, dari pantauan detikcom pada pukul 09.00 waktu JATS, IHSG dibuka melemah 0,44%. Sedangkan indeks LQ45 juga ikut melemah 1%.

Pasar saham yang keok juga terjadi di Amerika Serikat. Hal ini merupakan imbas gelombang kedua COVID-19, tercatat di beberapa negara bagian kasus kembali melonjak.

Dow Jones Industrial Average merosot hingga 710,16 poin. Dibanding hari sebelumnya nilainya turun 2,7%, menjadi 25,445,94. Kemudian, saham S&P 500 juga ditutup 2,6% lebih rendah pada 3,050,33. Sementara Nasdaq Composite turun 2,2% menjadi 9,909,17.

Bahkan, Nasdaq yang menguasai perusahaan teknologi mencatat penurunan harian pertama selama sembilan sesi. Kejadian ini menjadi yang terburuk bagi Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq sejak 11 Juni.



Simak Video "Bursa Saham Asia Kena Dampak Uji Nuklir Korut"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)