500.000 Tewas Akibat Corona, Bursa Asia 'Kebakaran'

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 29 Jun 2020 11:45 WIB
Imbas Virus Corona yang merebak dan menelan ratusan korban jiwa kini mulai menggoyang ekonomi China dan beberapa negara di Asia seperti Jepang. Pasar saham China pun ambruk sejak pembukaan perdagangan.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Pasar saham Asia berguguran di awal pekan menyusul korban jiwa akibat virus Corona yang menembus 500.000 orang.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (29/6/2020), Indeks Nikkei 225 di Bursa Jepang jatuh 1,37% sementara Indeks Topix terpangkas 1,25%. Indeks Kospi di Korea Selatan pun melemah 0,97%.

Pasar saham China juga mengalami hal yang sama. Indeks Komposit Shanghai turun 0,57% dan Shenzhen tergelincir 0,536%. Indeks Hang Seng di Hong Kong berkurang 0,81%.


Sementara di Australia, Indeks S&P/ASX 200 anjlok 1,31%. Secara keseluruhan, bursa Asia-Pasifik ini melemah 0,64%.

Tidak hanya pasar saham yang jatuh, harga minyak juga terkena koreksi. Harga minyak jenis Brent jatuh 1,46% ke US$ 40,42 per barel. Sedangkan minyak jenis WTI jatuh 1,51% ke US$ 37,91 per barel.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)