Bursa Asia Kompak Merosot, Hanya China yang Merangkak Naik

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 01 Jul 2020 09:11 WIB
Bunga The Fed Bakal Naik: Dolar AS Menguat, Bursa Asia Berguguran
Foto: Reuters
Jakarta -

Saham-saham di Asia Pasifik kompak merosot di pertengahan 2020 ini, akan tetapi masih ada satu bursa yang justru menunjukkan kenaikan positif. Indeks saham China CSI 300, yang merupakan indeks saham terbesar di China, tercatat naik 1,64% dalam enam bulan terakhir.

Sisanya, indeks saham China lainnya, juga menggambarkan catatan yang suram akibat pandemi COVID-19. Meski begitu, banyak negara di Asia Pasifik justru memberi pujian atas upaya China dalam mengekang penyebaran virus di sana.

Selain China, ada Selandia Baru yang juga mencatatkan pertumbuhan positif di akhir pertengahan tahun 2020 ini. Meski memiliki keberhasilan terbesar dalam mengendalikan wabah Corona di dalam negerinya, akan tetapi pertumbuhan indeks saham mereka masih lebih rendah dibanding China. Indeks NZX 50 tercatat tumbuh sekitar 0,4% terendah sepanjang tahun 2020 ini.

Taiwan lebih parah lagi, indeks saham Taiex jatuh lebih dari 3% sepanjang 2020 ini meski ekonomi mereka terbilang sangat baik di tengah pandemi.

Di Asia Tenggara, hanya indeks KLCI FTSE Malaysia yang menunjukkan kinerja yang baik. Akan tetapi, tetap saja capaiannya masih lebih rendah dibanding capaian selama setengah tahun ini. Vietnam pun demikian, VN-Index masih berada di sekitar 14%, akan tetapi level ini masih lebih rendah dibanding tahun lalu (year to date).

Berikut kinerja pasar saham Asia Pasifik dikutip dari CNBC, Rabu (1/7/2020):

Australia's S&P/ASX 200: -11.76%
China's Shanghai composite: -2.15%
Hong Kong's Hang Seng index: -13.35%
India's Nifty 50: -15.34%
Japan's Nikkei 225: -5.78%
Singapore's Straits Times index: -19.64%
South Korea's Kospi: -4.07%
Thailand's SET Composite index: -15.24%



Simak Video "Perdana di Lantai Bursa, Miniso Cuan Hampir 9 Triliun Rupiah!"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)